Peningkatan Produksi Protein Hewani Nasional Berbasis Integrasi Sapi-Sawit Jadi Solusi Strategis Swasembada Protein

Fakta Expose.com.TANGERANG–Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendorong pengembangan Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA) sebagai salah satu strategi meningkatkan produksi protein hewani nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor daging dan susu sapi.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Usaha Pangan dan Pertanian dalam Seminar Nasional Peningkatan Produksi Protein Hewani Nasional Berbasis Integrasi Sapi-Sawit Skala Besar. Menurutnya, kebutuhan protein hewani masyarakat terus meningkat, sementara produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.

“SISKA menjadi solusi berbasis sumber daya lokal yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kemandirian protein hewani nasional,” ujar Deputi.

Melalui konsep integrasi ini, limbah perkebunan sawit seperti bungkil inti, pelepah, dan daun dimanfaatkan sebagai pakan ternak, ditambah pemanfaatan rumput di area perkebunan. Skema tersebut terbukti dapat menekan biaya pakan hingga 40 persen dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

Indonesia saat ini memiliki sekitar 16,38 juta hektare perkebunan kelapa sawit. Jika separuhnya dimanfaatkan untuk program integrasi, potensi tambahan populasi mencapai 2,73 juta ekor sapi, baik untuk penggemukan maupun pembibitan. Peningkatan populasi sapi domestik diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor daging sapi yang pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 297 ribu ton.

Selain memperkuat pasokan protein nasional, integrasi sapi-sawit juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani melalui diversifikasi usaha. Program ini turut memberikan manfaat lingkungan melalui pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk organik yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan herbisida.

Meski memiliki potensi besar, implementasi SISKA masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan investasi, dukungan regulasi, serta sinergi antara pemerintah, perusahaan perkebunan, koperasi, dan masyarakat.

Seminar ini menghadirkan akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan pemerintah untuk membahas peluang investasi, model kemitraan, kebutuhan insentif, serta penguatan SISKA sebagai agenda nasional dalam mendukung swasembada protein berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjadikan integrasi sapi-sawit sebagai penggerak kesejahteraan petani dan peternak sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada protein nasional,” pungkas Deputi.
(Zulham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *