Daerah  

Perkuat UMKM Randang, HIPERMI Gandeng Pemerintah dan Dunia

Faktaexpose.com.PADANG – Memasuki usia ketiga tahun, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (HIPERMI) terus memperkuat perannya sebagai wadah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) randang di Sumatera Barat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, hingga sektor logistik, HIPERMI berupaya meningkatkan daya saing randang Minangkabau agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, Sabtu (13/6).

Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 HIPERMI yang mengusung tema *“Menguatkan Kolaborasi, Meningkatkan Daya Saing Randang Minangkabau Menuju Pasar Nasional dan Global”*.

Ketua Umum HIPERMI, Febrianti Takarina, mengatakan bahwa perjalanan tiga tahun organisasi telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Saat ini HIPERMI memiliki lebih dari 200 anggota yang tersebar di 15 cabang, terdiri dari 14 cabang di kabupaten dan kota di Sumatera Barat serta satu cabang di Jakarta.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong pertumbuhan UMKM randang. Karena itu, momentum ulang tahun dijadikan sebagai ruang untuk memperkuat sinergi dan membangun solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha.

“Kami ingin terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan bekerja bersama, tantangan yang dihadapi UMKM dapat dicari solusinya sehingga usaha randang semakin berkembang,” ujarnya.

Ke depan, HIPERMI menargetkan peningkatan daya saing produk randang baik di pasar nasional maupun global. Berbagai kerja sama dengan sejumlah negara mulai dijajaki sebagai langkah membuka peluang ekspor yang lebih luas. Selain itu, organisasi tersebut juga menargetkan pembangunan dapur produksi bersama guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produk anggota.

Dewan Pembina HIPERMI, Dr. Syukriah H.G., S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa sejak awal organisasi ini dibentuk sebagai wadah bagi para pelaku UMKM randang untuk tumbuh bersama. Tidak hanya melibatkan pengusaha, HIPERMI juga berupaya membangun ekosistem usaha yang melibatkan petani sebagai penyedia bahan baku.

“Randang adalah warisan budaya Minangkabau yang sudah dikenal luas. Karena itu, pengembangannya tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. HIPERMI hadir untuk memperkuat kolaborasi mulai dari petani, pelaku usaha, hingga pemerintah agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penguatan UMKM randang juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah. Menurutnya, pasar nasional masih menyimpan peluang besar yang perlu dimanfaatkan secara maksimal sebelum memperluas jangkauan ke pasar internasional.

Dukungan terhadap pengembangan UMKM randang juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, menegaskan pentingnya persatuan dan kerja sama antar pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk.

“Kita ingin kualitas randang Sumatera Barat terus meningkat, pemasarannya semakin luas, dan biaya produksinya bisa ditekan sehingga lebih kompetitif. Pemerintah siap mendukung melalui peningkatan produktivitas, penguatan koperasi, serta pemanfaatan teknologi yang lebih efisien,” ujarnya.

Menurut Endrizal, salah satu peluang yang dapat digarap bersama adalah pemenuhan kebutuhan konsumsi jamaah haji dan umrah yang memiliki pasar cukup besar. Untuk itu, diperlukan penguatan kapasitas produksi dan standarisasi kualitas agar produk randang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Sebagai bagian dari penguatan jejaring usaha, pada peringatan HUT ke-3 tersebut HIPERMI juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Pos Indonesia. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu memperluas distribusi produk anggota ke berbagai daerah di Indonesia.

Executive General Manager PT Pos Indonesia, Giri Andika Wijaksana, mengatakan pihaknya siap mendukung pertumbuhan UMKM randang melalui layanan logistik yang cepat dan terjangkau.

“Dengan jaringan yang luas, produk randang dapat dikirim ke berbagai daerah dengan waktu pengiriman satu hingga dua hari. Kami juga menyediakan layanan pengemasan ulang untuk membantu kebutuhan UMKM,” jelasnya.

Kolaborasi antara HIPERMI, pemerintah, dan dunia usaha tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri randang yang lebih kuat. Dengan dukungan berbagai pihak, randang Minangkabau diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan yang memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *