Daerah  

Pegadaian Kukuhkan Diri sebagai Wajah Utama Bank Emas Indonesia

Faktaexpose.PEKANBARU-PT Pegadaian semakin mempertegas posisinya sebagai pemain utama layanan Bank Emas di Indonesia. Di tengah dorongan pemerintah melalui agenda Asta Cita untuk memperkuat ekosistem bullion nasional, Pegadaian hadir sebagai institusi keuangan yang dinilai paling siap dengan ekosistem emas terintegrasi yang telah dibangun selama lebih dari satu abad.

Transformasi besar Pegadaian dalam beberapa tahun terakhir berhasil mengubah citra perusahaan yang sebelumnya identik dengan layanan gadai tradisional menjadi pusat investasi dan transaksi emas modern. Beragam layanan seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, Gadai Emas, Deposito Emas hingga perdagangan emas fisik melalui Galeri 24 kini menjadi bagian dari ekosistem yang semakin diminati masyarakat.

Bahkan sebelum istilah “Bank Emas” atau bullion populer di Indonesia, Pegadaian telah lebih dulu menghadirkan layanan investasi emas yang inklusif melalui Tabungan Emas dan Cicil Emas. Dengan modal mulai Rp10 ribu, masyarakat kini dapat berinvestasi emas secara mudah dan bertahap.

Ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan turut mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen safe haven. Kondisi ini berdampak positif terhadap pertumbuhan bisnis emas Pegadaian yang terus mengalami lonjakan signifikan.

Sebagai pemimpin ekosistem emas nasional, Pegadaian menghadirkan empat layanan unggulan Bank Emas, yakni Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, serta Perdagangan Emas fisik bersertifikat resmi. Layanan tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan nasabah ritel hingga korporasi.

Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru PT Pegadaian, Agus Riyadi, mengatakan tren investasi emas masyarakat terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga April 2026, Pegadaian telah mengelola ekosistem emas mencapai sekitar 145 ton. Sementara Tabungan Emas tercatat memiliki kelolaan lebih dari 20 ton dengan valuasi di atas Rp51 triliun.

“Produk Cicil Emas juga mencatatkan pertumbuhan outstanding loan sebesar 152,79 persen secara year on year menjadi Rp13,85 triliun. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan emas Pegadaian semakin tinggi,” ujar Agus Riyadi.

Dominasi Pegadaian juga diperkuat oleh lebih dari 4.000 jaringan outlet, fasilitas vault berstandar internasional, serta sistem pencatatan emas fisik dan digital dengan underlying asset 1:1. Di sisi digital, aplikasi Tring! by Pegadaian turut menjadi tulang punggung layanan modern yang memudahkan masyarakat mengakses seluruh layanan emas dalam satu aplikasi.

Melalui penguatan layanan Bank Emas ini, Pegadaian optimistis mampu mendukung agenda hilirisasi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri bullion domestik. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya besar Pegadaian untuk terus menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan mewujudkan visi “MengEMASkan Indonesia”. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *