Faktaexpose.com.PADANG – Minat masyarakat terhadap investasi emas terus berkembang di Sumatera Barat. PT Pegadaian Area Padang mencatat sebanyak 123.600 nasabah telah menggunakan aplikasi Tring di wilayah tersebut, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan ibu-ibu.
Kepala Departemen Produk Gadai Pegadaian Area Padang, Busra Adianto, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap emas tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan emas sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai kekayaan.
“Kalau membaca pola perilaku konsumen, orang Padang suka membeli emas. Sama seperti Makassar dan Madura,” katanya.
Menurut Busra, Pegadaian juga terus memperluas jangkauan layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka outlet Pegadaian di Tuapejat. Kehadiran outlet tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif pembiayaan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat setempat.
Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, aktivitas transaksi di outlet tersebut dinilai sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Busra menambahkan, layanan Pegadaian kini telah menjangkau 72 titik di tingkat kota dan kabupaten. Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, termasuk untuk kebutuhan gadai maupun investasi emas.
Sementara itu, Pemimpin Cabang PT Pegadaian Kantor Cabang Terandam Padang, Fuad Prima Putra, mengatakan masyarakat di Tuapejat, Kepulauan Mentawai, menunjukkan minat terhadap transaksi emas maupun layanan gadai.
Menurutnya, nasabah yang memanfaatkan layanan gadai di wilayah tersebut antara lain berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pedagang. Di sisi lain, aktivitas pembelian emas juga berlangsung setiap hari.
“Setiap hari ada yang membeli emas. Sehari minimal ada tiga orang yang melakukan transaksi,” ujarnya.
Fuad menyebutkan, kalangan pedagang menjadi salah satu kelompok masyarakat yang cukup banyak memanfaatkan layanan tabungan emas.
Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menyimpan nilai kekayaan secara bertahap. Kehadiran layanan Pegadaian di wilayah kepulauan pun diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap produk pembiayaan dan investasi emas. (*)
















