Demi Mendukung Teknologi Rehabilitasi dan Monitoring Mangrove Nasional.Indonesia Lakukan Kerja Sama Dengan UEA

faktaexpose.com.BALI– Indonesia menganggap perlu dilakukanya kerjasama teknologi dengan UEA untuk menjaga dan mendukung restorasi dan konservasi mangrove

Pemerintah indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan memperkuat kerja sama strategis dengan Advance Technology Research Council (ATRC) United Arab Emirat (UAE) dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung restorasi dan konservasi, dan mangrove nasional. Kerja sama tersebut ditandai dengan pelaksanaan Leadership Meeting dan pemarafan Letter of Intent (LoI) di Bali.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan mangrove berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya artificial intelligent (AI) yang diharapkan akan menghasilkan solusi dan dampak nyata bagi konservasi lingkungan, peningkatan sosial ekonomi masyarakat pesisir dan pencapaian target iklim nasional. Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan bilateral yang memasuki 50 tahun khususnya kemitraan strategis di bidang lingkungan, perubahan iklim, dan inovasi teknologi.

Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta hektare mangrove atau sekitar 20 persen dari total ekosistem mangrove dunia. Sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif, mangrove memiliki peran penting dalam mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Penguatan rehabilitasi dan monitoring mangrove menjadi bagian penting dari strategi nasional pengendalian perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon.

Tim teknis kedua negara telah melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi potensial pengembangan proyek percontohan di Bali. Pemerintah Indonesia juga mengusulkan beberapa lokasi strategis lainnya, termasuk Pulau Lusi di Kabupaten Sidoarjo dan kawasan pesisir Kabupaten Demak, sebagai bagian dari penjajakan implementasi kerja sama ke depan.

Dalam pertemuan, UAE mengusulkan pilot project penguatan restorasi mangrove menggunakan pendekatan Site Suitability Assessment dan metodologi Carbon Estimation untuk penguatan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV) karbon. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas data nasional sekaligus membuka peluang pengembangan pembiayaan iklim dan karbon yang kredibel.

Selain aspek teknologi, kerja sama ini juga menempatkan penguatan kapasitas masyarakat lokal sebagai bagian penting dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan melalui pemanfaatan sistem monitoring berbasis digital dan pengumpulan data lapangan secara partisipatif.

Sebagai langkah awal, LoI akan menjadi landasan bagi kedua pihak untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret. Melalui kemitraan ini, Indonesia dan UAE yang merupakan inisiator Mangrove Alliance for Climate (MAC) optimis dapat menghadirkan model pengelolaan mangrove berbasis teknologi dan data yang akan berkontribusi nyata terhadap konservasi ekosistem mangrove, ketahanan kawasan pesisir dari iklim global

(Zulham)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *