Fakta Expose.com.KABUPATEN SEMARANG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong sinergi antara Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman DPP PAPDESI serta Kolaborasi BUMDes, KDMP, dan SPPG yang diselenggarakan di Lapangan Kenanga, Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/6).
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan menyampaikan apresiasi kepada PAPDESI yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, KDMP, BUMDes, dan pelaku ekonomi lokal berperan penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami mengapresiasi PAPDESI yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, KDMP, BUMDes, dan pelaku ekonomi lokal menjadi langkah strategis dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Menko Pangan.
Program Makan Bergizi Gratis membuka peluang bagi petani untuk memasok kebutuhan pangan SPPG melalui KDMP dan BUMDes. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Badan Gizi Nasional terus mendorong setiap SPPG bekerja sama dengan 15 pemasok lokal yang berasal dari KDMP, BUMDes, dan UMKM sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat desa.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi bagi anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekaligus berkontribusi dalam upaya menurunkan risiko stunting, anemia dan kekurangan gizi. Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional, sekitar 65 persen SPPG telah bermitra dengan pemasok lokal di kabupaten yang sama. Saat ini, Program Makan Bergizi Gratis yang melayani sekitar 63,2 juta penerima manfaat telah bermitra dengan 148.528 pemasok lokal yang terdiri atas 13.684 koperasi, 1.475 BUMDes, 63.189 UMKM, 720 KDMP, dan 69.294 pemasok lainnya.
Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis, KDMP juga berperan sebagai agen penyalur komoditas strategis, seperti LPG, pupuk bersubsidi, dan beras SPHP. KDMP juga berperan sebagai offtaker gabah dan jagung saat harga berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP), serta didukung fasilitas cold storage untuk menjaga kualitas hasil perikanan. Hingga 26 Juni 2026, seluruh 83.383 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berbadan hukum, sebanyak 79.701 telah memiliki akun SIMKOPDES, dan 60.756 telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Dari 35.859 titik lahan yang telah terverifikasi, sebanyak 13.870 titik pembangunan fisik telah selesai, sedangkan 21.474 titik lainnya masih dalam proses.
Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional, belanja bahan pangan di daerah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp69,4 triliun hingga Rp172,2 triliun. Program tersebut juga mendukung peningkatan daya beli masyarakat di pedesaan melalui penciptaan sekitar 1,2 juta lapangan kerja. Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan semakin memperkuat kerja sama antara SPPG, KDMP, BUMDes, dan petani dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
(Zulham Daeng)
















