News  

Kapolri Rotasi Mulai Dari Pati dan Pamen Ada Dua Kapolda Berganti

Faktaexpose.com, JAKARTA – Kapolri melakukan rotasi distruktural ditubuh Kepolisian Republik Indonesia dengan pemutakhiran dalam jajaran kepemimpinannya.

Dua posisi penting, yaitu Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) dan Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), telah mengalami pergantian.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menandatangani surat telegram dengan nomor ST/1084/V/KEP./2025. Surat Telegram yang ditanda tangani Kapolri mencantumkan mutasi puluhan perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) Polri.

Surat telegram dengan nomor ST/1084/V/KEP./2025 ada disebut Kapolda Sultra Irjen Didik Agung Widjanarko. Kedua Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko.

Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menekankan bahwa mutasi dan rotasi jabatan pati dan pamen merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi.

” Secara keseluruhan terdapat 67 personel yang mutasi, Mutasi yang dilakukan Kapolri guna meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan kinerja institusi Polri dalam melayani masyarakat.” kata Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (21/5/2025).

Penunjukan Irjen Didik Agung Widjanarko sebagai Kapolda Sultra menggantikan Irjen Dwi Irianto yang memasuki masa pensiun.

Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga yang sudah dua tahun lebih menjabat Kapolda NTT dimutasi menjadi Kasespim Lemdiklat Polri, Irjen Pol Rudi Darmoko yang saat ini merupakan Kasespim Lemdiklat Polri diangkat menjadi Kapolda NTT

 

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap memberikan dukungan serta kepercayaan kepada Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di tanah air,” menurut pernyataan dari pihak kepolisian.

Trunoyudo mengatakan, delapan Pati dengan pangkat Irjen Pol mengalami rotasi, 32 untuk pangkat Brigjen Pol, dan delapan jabatan Kombes Pol. Kemudian, terdapat tiga personel dalam penugasan khusus (gassus).

Selain itu terdapat empat Pati yang selesai melaksanakan Gassus. Kemudian, 10 Pati masuk masa pensiun.

“Ini merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi yang rutin dilakukan guna meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan kinerja institusi Polri dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *