Faktaexoose.com, JAKARTA — Kembali terjadi pembegalan di Banjir Kanal Timur (BKT) Marunda-Rorotan, Jakarta Utara, Korban berinisial R menjadi korban begal pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Diceritakan korban, Ia mendapat perlakuan begal saat melintas di BKT bersama temannya. Keduanya dalam perjalanan dari Cilincing, Jakarta Utara menuju rumah teman di kawasan Harapan Indah, Bekasi. Korban R merupakan orang ke-10 di titik yang sama berdasarkan informasi didapat dari warga setempat.
Ia menjelaskan, peristiwa terjadi setelah jembatan pertama dan kolong tol, sebelum jembatan kedua. Saat itu, dia melihat dua orang di tepi jalan yang terlihat seperti sedang kesakitan.
“Nah kita ada niat buat bantuin mereka, jadi kita agak kurangi kecepatan. Nah terus karena kita enggak jadi mau bantuin dia, kita tetap maju jalan ke depan. Nah 500 meter dari kita ngelihat dua orang itu tuh langsung motor saya dipepet,” kata dia, saat dikonfirmasi media, Selasa (25/8/2026)
Kronologis berawal, korban dipepet, kemudiann kunci kontak motor milik korban diambil pelaku hingga kendaraan tersebut mati.
Tidak hanya itu perbuatan pelaku kepada korban, lalu motor korban kemudian ditendang hingga R dan temannya terjatuh. Di saat itu juga, dua pelaku mengeluarkan senjata tajam semacam celurit,” tambahnya.
“Pas kita jatuh, ada nada kalimat ancaman kayak ‘bacok aja, bacok aja nih dua orang’ gitu-gitu lah,” ungkap dia saat menceritakan ulang detik-detik kejadian.
Memikirkan keselamatan diri, R dan temannya kemudian memilih melarikan diri dan meninggalkan motor karena kunci motornya juga sudah diambil pelaku.
Kedua pelaku kemudian disebut bergerak ke arah Jalan Sekda Saefullah, Rorotan, Jakarta Utara.
R mengaku tidak dapat mengingat pakaian maupun wajah pelaku karena kondisi jalan yang gelap.
“Kalau untuk itu jujur enggak ingat sama sekali karena posisi tuh jalanan gelap banget, ditambah motor dia tuh enggak ada lampunya. Jadi kalau kita melihat ke belakang lewat spion, itu kayak enggak ada orang sama sekali,” tutur dia.
“Cuma yang kita tahu tuh mereka badannya agak keker berisi gitu lah, enggak yang kurus. Nah mereka pakai motor kayanya sih ya kalau enggak salah tuh motor Honda Vario,” sebut R.
Terkait kejadian di titik tempatnya di begal, R mengaku mendapat informasi dari warga bahwa dirinya merupakan korban ke-10 dalam jangka waktu yang berdekatan.
“Kamu tuh orang ke-10 Mas yang jatuh di sini, di titik ini,” kata dia menirukan ucapan warga.
R menyebut bahwa ia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara pada hari yang sama.
“Untuk saat ini belum ada tindaklanjutnya, cuma terakhir mereka cuma bilang tunggu aja informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian. Nanti ada panggilan, saya disuruh minta bawa fotokopi STNK, KTP, sama BPKB. Cuma itu aja pesan dari mereka terakhir. Sampai saat ini tuh belum ada informasi lebih lanjut lagi,” tuturnya.
(Yons)
















