Faktaexpose.com, JAKARTA- Perkumpulan bundo kanduang Minangkabau wilayah Jakarta Selatan menggelar rapat kerja wilayah dan sekaligus halal bi halal di Hotel Balairung Jalan Matraman Jakarta Timur, Senin (27/4/2026).
Acara yang dihadiri ibu ibu Minang ini sejak pagi tadi menampilkan busana adat Minang Sumatera Barat dengan dibuka lagu Indonesia Raya, tak lupa lagu mars bunda kanduang dan lagu Minangkabau.
Selain itu di gelar bazar dari UMKM, yakni busana adat, jajanan khas Minang, cindera mata kerajinan hasil ibu-ibu kanduang yang berada di DKI Jakarta khususnya wilayah Jakarta Selatan.
Ketua bundo Kanduang wilayah Jakarta Selatan Eka Putri Asnita, S.S menjelaskan dari kegiatan yang Ia gelar,” hari ini kami dari PKBM atau perkumpulan bundo kanduang Minangkabau mengadakan rapat kerja wilayah dan halal bi halal yang tentunya bertujuan mengikat silahturhami dengan bundo kanduang yang ada diperantauan Jakarta,” kata Eka saat dilokasi, Senin (27/4/2026).
Selain silahturahmi kegiatan ini sekaligus rapat kerja yang akan membahas program PKBM Jakarta Selatan.
” Program yang dibahas ada tiga yakni, program keorganisasian, sosial ekonomi dan tentang adat hukum. Dan PKBM kedepannya untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemeritah memajukan UMKM anggota dan masyarakat lain,” ujar dia.
Masih kata Eka, Selain itu PKBM bisa diterima dengan masyarakat lainnya, karena PKBM merupakan warga perantau yang harus menjaga tanah rantau dimana bumi dipijak situlah bumi dijunjung, artinya kita harus mentaati tapi kita tidak meninggalkan adat istiadat.
Hal senada Ketua bundo Kanduang DKI Jakarta Dr. Rosita Medina, M.M, kegiatan yang digelar bundo kanduang Jakarta Selatan bertujuan mempererat silahturahmi, karena di DKI Jakarta banyak juga perantau dari Sumatera Barat, untuk itu nanti kami akan membuat program dengan perantau di Jakarta untuk mendukung pemerintah DKI Jakarta yang bermanfaat. Dan Jakarta akan lebih maju lagi.
Sambung Rosita, Dan juga kami akan memberi pengetahuan adat Minang kepada masyarakat perantau Minang khususnya dan masyarakat lain yang ingin mengetahuinya.
Acara ini diisi taujiah oleh ustazah Nurjanah dengan siraman rohani memaknai arti silahturahmi terbagi dua, silahturahmi wajib dan silahturahmi umum yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
” Silahturahmi wajib, yakni kita harus bersilahturahmi dengan orang tua, satu darah, ipar, ponakan dan kerabat saudara, kemudian silahturahmi umum, yakni seperti perkumpulan wilayah RT, organisasi, paguyuban, reuni sekolah dan silahturahmi saat ini kita hadiri,” kata Nurjanah.
(Yons/Wis)
















