News  

Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ungkap Produksi Etomidate Senilai  120 M

Oplus_131072

Faktaexpose.com, JAKARTA – Polres Metro Jakarta Barat menangkap belasan orang diduga melakukan peredaran penjualan obat berbahaya. Penangkapan belasan orang tersebut hasil operasi Nila dari jajaran Polsek Polres Metro Jakarta Barat.

Keenam belas orang yang diamankan dari ungkapan 14 kasus di polsek jajaran polres metro Jakarta Barat beserta barang bukti 40.539 butir obat obatan berbahaya.

Adapun para tersangka berinisial RA, MS, HE, FK, MUK, MUH, JU, SM (wanita), RF, AR, SA, IM, MA, IB, WS dan HP sedangkan satu orang berinisial AV masih di buru polisi alias daftar pencarian orang (DPO).

” Diamankannya ke enam belas orang tersangka hasil dari operasi Nila Jaya yang digelar oleh Polda Metro Jaya dan jajaran terkait peredaran narkoba dan penjualan obat obatan berbahaya selama empat belas hari sejak dari tanggal 9 september hingga 23 september 2026,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes pol Nasriadi saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Masih kata Nasriadi, selama operasi Nila Jaya Polres Metro Jakarta Barat mengamankan barang bukti obat obatan berbahaya dengan total 40.539 butir dari berbagai merk, daintaranya hexymer,clozapine, risperindon, trihexpenidyl, tramadol clonpanasil, codein, clorilex, colazapine, cartridge isi etomidate, alfrazolam dan lain sebagainya.

 

Oplus_131072

Selain itu Satres narkoba Polres Metro Jakarta Barat juga mengungkap peredaran narkoba di berbagai lokasi dengan mengamankan 12 orang tersangka.

Penangkapan ke 12 orang tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti ganja 2.405,74 gram, sabu 165,15 gram, tembakau sintetis125,8 gram, 62 botol spray isi cairan merah muda sintetis.

Adapun ke 12 tersangka berinisial SP, IS, YM, PI, BUC, FMI, NKA, AL, MRS, IN, RMM dan CF (WNA)

Dari dua belas tersangka, Polisi membongkar terduga pelaku jaringan internasional warga negara China berinisial CF 27). Ia memprodukasi etomidate, ruang clandestine lab atau laboratorium ilegal di kawasan perumahan PIK 2, Tangerang.

Dalam penggerebekan tersebut, tersangka CF (27) yang tidak menguasai bahasa Indonesia diduga berperan dalam proses produksi. Polisi menyita 1.008 cartridge berisi etomidate siap edar, 12.000 cartridge kosong, bahan baku dan perisa, serta sejumlah narkotika lainnya.

“Polres Jakarta Barat telah mengungkap pabrik atau lab pembuatan etomidate untuk disebarkan di wilayah Indonesia,” kata Nasriadi,

Dari bahan yang ditemukan, penyidik memperkirakan potensi produksi mencapai sekitar 20.000 cartridge.

Produk tersebut dikemas menyerupai cartridge rokok elektrik. Satu cartridge ukuran XXL disebut dapat digunakan 5–10 orang dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta.

Polisi memperkirakan nilai ekonomi barang yang berhasil dicegah beredar mencapai sekitar Rp120 miliar.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Vernal Sambo mengatakan CF diduga tidak bekerja sendiri, dan ada dugaan dikendalikan dari China.

Penyidik menduga jaringan tersebut memiliki pembagian peran, mulai dari penyediaan bahan baku hingga produksi.

Katimsus 2 Narkoba AKP Jimi Farid mengatakan CF diduga datang ke Indonesia atas arahan seorang berinisial AC yang berada di China dan kini masuk DPO. Aktivitas produksi diduga telah berlangsung sekitar dua bulan.

CF tercatat masuk Indonesia pada Juli 2026, kembali ke China pada Agustus, kemudian masuk lagi pada September sebelum diamankan polisi.

Penyidik kini berkoordinasi dengan Imigrasi, Bea Cukai dan Kedutaan Besar China untuk menelusuri jalur masuk bahan serta pihak lain yang diduga terlibat.

(Yons)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *