Faktaexpose.com, JAKARTA – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi, kali ini menimpa seorang bocah berusia 9 tahun di sebuah perumahan di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Pelaku diketahui merupakan seorang pedagang warung kelontong sekaligus penjaga lapangan yang dipercayakan oleh pengurus RT setempat.
Berdasarkan pengakuan ibu korban dalam sebuah wawancara, aksi bejat tersebut diduga telah dilakukan sebanyak empat kali. Kasus ini mulai terungkap setelah korban memberanikan diri bercerita kepada ibunya pada Rabu 15 April 2026 usai perayaan Lebaran kedua.
“Anak saya cerita dia dipegang-pegang. Saya langsung syok, kaki dan tangan gemetar, semalaman tidak bisa tidur,” ujar ibu korban dengan nada bergetar, Kamis (16/4/2026).
Pelaku berinisial J (50) yang sehari-harinya berjualan di warung kelontong dan menjaga lapangan pertemuan warga itu kini dilaporkan telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Sedangkan Ibu korban kesehariannya berjualan mainan anak-anak di depan sebuah sekolah dasar ini berharap keadilan benar-benar ditegakkan tanpa adanya intervensi atau upaya perdamaian yang merugikan korban.
Saat ini, ibu korban mengaku masih mengalami trauma mendalam akibat kejadian yang menimpa anak wanitanya yang masih bocah berusia 8 tahun.
Pihak keluarga kini fokus pada pemulihan psikologis korban sembari mengawal proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian.
Kepala Satuan (Kasat) Perlindungan Perempuan dan Anak Pidana Perdagangan Orang (PPA/PPO) Polres Metro Jakarta Utara Kompol Ni Luh Sri Arsini ketika dimintai keterangan menjelaskan kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban membuat laporan polisi (LP) sekitar dua hari yang lalu.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang anak yatim yang saat ini tinggal bersama kerabatnya lantaran sang ibu tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya, ” ujar Niluh.
Terkait kondisi keluarga korban, Niluh menjelaskan ibu dari anak tersebut dikabarkan sempat syok mendengar musibah yang menimpa buah hatinya, yang memperburuk kondisi kesehatannya yang memang sudah sakit sebelumnya.
“Saat ini, pendampingan psikologis terhadap korban sedang diproses seiring dengan berjalannya penyidikan, ” kata Niluh.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika menemukan adanya tindakan serupa di lingkungan sekitar, terutama yang menyasar anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
(Yons)
















