Faktaexpose.com, JAKARTA – Aktivitas di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, dipastikan akan rehat selama masa libur ldulfitri 1447 Hijriyah. Sebanyak 900 Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang menjadi tulang punggung pelabuhan ini pulang ke kampung halaman.
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Sunda Kelapa,Suwadi, mengatakan bahwa aktivitas bongkar muat terakhir dilakukan pada Selasa (17/3/2026) malam. Pelabuhan baru akan kembali normal pada 30 Maret 2026 mendatang.
Suwadi menjelaskan bahwa dari total 900 anggota TKBM, hampir seluruhnya memilih untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.Hal ini membuat operasional pelabuhan berhenti total karena tidak adanya sistem piket TKBM selama libur panjang tersebut.
“Jumlah anggota kami ada sekitar 900 orang Saat libur Lebaran memang tidak ada yang piket karena mayoritas pulang kampung,” ujar Suwadi, saat ditemui di kawasan Pelabuhan Sunda,(17/03/2026).
la juga menambahkan bahwa pola kerja di Sunda Kelapa sangat bergantung pada ritme kedatangan kapal dan truk pengangkut.Berbeda dengan pelabuhan modern yang memiliki sistem otomatisasi tinggi, di sini nasib pekerja ditentukan oleh pergerakan logistik harian.
“Kalau truk barang sudah tidak bisa masuk.otomatis tidak ada kegiatan. Di sini ibaratnya kalau kita kerja baru dapat uang, kalau tidak kerja ya tidak ada penghasilan,” tambahnya.
Meski tak sebesar Pelabuhan Tanjung Priok yang mampu melayani kapal berkapasitas ribuan ton, peran Sunda Kelapa tidak bisa dipandang sebelah mata. Pelabuhan ini adalah jantung distribusi sembilan bahan pokok (sembako) bagi wilayah kepulauan yang sulit dijangkau kapal besar.
Kapal-kapal kayu dengan kapasitas sekitar 350 ton menjadi pemandangan ikonik di Pelabuhan Sunda Kelapa.Kapal-kapal ini merupakan armada yang mampu menembus alur pelayaran dangkal di pulau-pulau kecil nusantara.
” Sunda Kelapa ini ibarat pasar kaki lima, tapi semua kebutuhan sembako ada di sini. Walaupun kecil, pelabuhan ini sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi masyarakat di daerah kepulauan,”Pungkas Suwadi.
(Yons)
















