Faktaexpose.com, JAKARTA – Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Depo MRT di kawasan Ancol berdampak pada relokasi sejumlah layanan marina di wilayah tersebut. Salah satu operator layanan kapal Speedboat wisata kepulauan seribu yang terdampak kini tengah mempersiapkan fasilitas baru di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.
Junior Manager Komersial & Property Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, La Ode M. Al Imran (42), mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan salah satu operator kapal untuk memindahkan layanan yang sebelumnya berada di Marina Ancol.
“Karena rencana pembangunan depo MRT di Ancol, beberapa layanan marina harus tergusur dan dipindahkan. Salah satu operator terbesar sudah bekerja sama dengan kami dan saat ini proses pembangunan fasilitasnya sedang berjalan,” ujar La Ode M. Al Imran di Pademangan, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas utama seperti ruang tunggu penumpang dan dermaga sudah selesai dibangun. Sementara fasilitas pendukung lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Rencananya Pelindo menargetkan operasional layanan kapal tersebut dapat dimulai setelah Lebaran 2026, setelah evaluasi uji coba oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Diharapkan setelah evaluasi dari KSOP terkait uji coba pada Selasa, 10 Maret 2026, operasional bisa dimulai sekitar minggu kedua April 2026, atau paling cepat minggu pertama jika tidak ada kendala,” kata La Ode.
Dermaga yang disiapkan memiliki panjang sekitar 45 meter dengan lebar 3 meter. Konsep dermaga menggunakan sistem decking berbahan kayu yang dilengkapi jalur landai atau ramp agar memudahkan penumpang naik ke tanggul.
Sementara itu, ruang tunggu penumpang dibangun dengan luas sekitar 550 meter persegi dan mampu menampung sekitar 700 hingga 800 orang. Ke depan, ruang tunggu tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi dua lantai.Pengelolaan ruang tunggu akan bekerja sama dengan Koperasi Pelindo yang akan menyediakan berbagai layanan bagi penumpang.
Untuk fasilitas parkir, Pelindo menyiapkan area penyangga (buffer area) sekitar 4.100 meter persegi. Jika digabung dengan area parkir di sekitar kantor pelabuhan, total lahan parkir diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 meter persegi.
“Estimasi awal kapasitas parkir tersebut masih cukup untuk mendukung operasional,” ujar La Ode.
Sistem tiket nantinya tersedia melalui loket langsung di area ruang tunggu. Selain itu, akan disediakan loket tiket kapal dan layanan travel bagi penumpang.
Pelindo Sunda Kelapa sendiri hanya menyediakan fasilitas pelabuhan seperti area tambat kapal, parkir kendaraan, serta pintu masuk (gate). Sementara pengelolaan operasional kapal dan sistem tiket akan dilakukan oleh operator kapal.
Terkait biaya pembangunan,La Ode mengatakan pihaknya belum dapat memberikan rincian karena pembangunan fasilitas dilakukan langsung oleh operator kapal.
“Pelindo hanya menyiapkan fasilitas. Untuk anggaran pembangunan sepenuhnya dikelola operator,” Pungkasnya.
(Yons)
















