WAHYU KATENTRAMAN JADI SPIRIT SEMANGAT MASYARAKAT TUMPANGREJO

oleh -305 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com MALANGKAB – Lakon Wahyu Katentremen menjadi Pagelaran Wayang Kulit Virtual dalam rangka Bersih Dusun Tumpangrejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari (Gunung Kawi), Kabupaten Malang, di Balai Desa Kebobang, Senin Kliwon malam (13/6’22).

Kepala Dusun Tumpangrejo, Marsudi, memaparkan, “Tema ini sangat pas di pasca pandemi Covid-19, seperti oase di tengah maraknya permasalahan kesehatan di dunia, khususnya Indonesia. Lewat lakon tadi yang di dalang Ki Wahyono dari Bence, Garum, Kab. Blitar, mengajak masyarakat bersikap tenang, jangan mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya, ungkapnya.

Dalam waktu yang sama, Mujiati, S.Pd. selaku Kepala Desa Kebobang, menyampaikan, “Bahwa tokoh Semar pangejawantah Sang Hyang Ismaya yang jujur, arif, bijaksana dan tidak pernah bohong sehingga banyak diikuti satria-satria berakhlak mulia. Semar yang bersikap bijaksana dirasa mampu mengemban amanat untuk menentramkan gundah gulana yang terjadi dimasyarakat. Tindakan nyata dan kata-kata bijak membuat adem semua orang, katanya.

Baca Juga  Empat Kades Pante Bidari Temui Pj Bupati Aceh Timur

Lakon ini sangat pas dengan situasi dan kondisi masyarakat kita. Yang selama kurang lebih 2 tahun, mereka merasa diombang-ambingkan dengan informasi yang begitu mudah didapat. Sebagian orang begitu protektif dengan membentengi diri yang berlebihan sehingga mengasingkan diri. Sebagian cuek bebek tidak mengindahkan sama sekali imbauan protkes apalagi melaksanakan. Sehingga sangat mengganggu stabilitas perekonomian kerakyatan, imbuhnya.

Pagelaran wayang kulit ini juga sebagai uri-uri budaya Jawa, dan juga mempunyai harapan bisa memberikan spirit/motivasi untuk bangkit dalam semangat berkarya dan bekerja dengan tenang dan tentram kepada masyarakat khususnya dusun Tumpangrejo, dan Desa Kebobang pada umumnya, tutup Mujiati.

Dengan kesadaran yang kuat dan tetap penerapan protokol kesehatan, mereka masih bisa berkarya lewat virtual.Dengan menginspirasi dari lakon Wahyu Ketentreman menjadi mantera untuk berkarya. (John)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *