Dukung Ramah Lingkungan PT PLN Luncurkan Energi Green Hydrogen Dengan Kapasitas 51 Ton

oleh -271 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com, JAKARTA – Dalam upaya mendukung program Pemerintah dalam penggunaan Energi Baru Terbarukan ramah lingkungan, PT. PLN (Persero) Senin (9/10/2023) meluncurkan Green Hydrogen Plant dengan kapasitas 51 ton pertahun di PLTU Muara Karang, Pluit Penjaringan Jakarta Utara.

Diketahui, Green Hydrogen jika dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, jumlah setara dengan 180 mobil dengan jarak tempuh 100 Km perhari dengan nol persen emisi pertahun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo pada paparannya kepada media di lokasi Lounching Green Hydrogen Plant menjelaskan.

“Ada 51 ton per tahun, ternyata yang dipakai untuk cooling system itu hanya 8 ton. Artinya ada 43 ton, itu sudah mendekati 15 ribu km mobil hidrogen yang bisa pakai produk dari green hidrogen ini,” kata Darmawan.

Disebutkan Darmawan, Sebanyak 51 ton green hidrogen tersebut dihasilkan hanya dari 1 pembangkit listrik PLN.

” Masih ada 15 pembangkit listrik PLN yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan green hidrogen sehingga pasokan green hidrogen ini, sangat cukup untuk memasok kebutuhan bahan bakar kendaraan ramah lingkungan, jelas Darmawan.

Baca Juga  H - 2 Diterminal Bus Tanjung Priok Masih Saja Ada Lonjakan Pemudik Lebaran

Lebih lanjut,” Untuk itu pengurangan emisinya, untuk 43 ton (green hydrogen) kalau pakai BBM setahun bisa sampai 1,4 juta ton emisi CO2 per tahun. Kalau menggunakan hydrogen, karena ini green hydrogen emisinya adalah 0 ton per tahun,” kata dia.

Diwaktu kebersamaan, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Yudo Dwinanda Priadi, kata dia, ini yang pertama dan perlu untuk mengembangkannya dalam skala lebih luas dengan membangun infrastruktur green hydrogen di Indonesia.

“Hari ini Indonesia masuk ke era produksi green hidrogen. Itu yang paling penting. Kami sangat sambut baik, karena hydrogen satu hal penting utamanya green hydrogen adalah bahan bakar baru yang penting,” terang Yudo.

Pihaknya menjelaskan dengan rinci, green hydrogen dari PLN ini bisa memasok kebutuhan nasional seperti pada kilang-kilang minyak milik Pertamina. Selain itu, potensi pasar ekspornya juga sangat terbuka.

“Negara tetangga (Singapura) juga sekarang sangat butuh green energi, Singapura contohnya sudah berkali-kali suarakan ingin dapat green hidrogen dari Indonesia,” pungkas Yudo.

(Yons)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *