SD TEMAS 01 BATU SELAMATKAN BUDAYA TARI TOPENG KLASIK YANG HAMPIR PUNAH

Faktaexpose.com MALANG – Tari topeng merupakan kesenian yang lahir dan berkembang di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Malang, Cirebon, Magelang, dan Kutai. Tarian ini disebut Tari Topeng karena penari menggunakan topeng atau kedok sebagai asesoris tariannya, yang berfungsi untuk menutupi wajah penari. Penggunaan topeng ini juga terkait dengan jenis tarian yang dimainkan, yang tentunya sesuai dengan karakter topeng atau kedok yang dipergunakan.

Tari topeng merupakan jenis tarian rakyat yang hidup di desa-desa. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya kebijakan pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-17 yang membatasi kesenian di Keraton-keraton se-Nusantara. Dengan demikian banyak para seniman yang akhirnya memilih untuk pulang kampung dan menjadi seniman jalanan dengan mengembangkan seni topeng ini di daerahnya masing-masing. Sejak saat itulah, tari topeng secara organik berkembang ditengah masyarakat kebanyakan bukan di lingkungan keraton.

Disamping juga dibuat penyamaran, seperti halnya laskar Pangeran Diponegoro pasca Perang Jawa (1825-1830). Dimana para laskar/pasukan Pangeran Diponegoro melarikan diri dan bersembunyi, melakukan penyamaran dengan mengganti nama serta mengembangkan seni tari topeng di kawasan Gunung Kawi dan sekitarnya.

Tari Topeng Klasik pernah ada di daerah Srebet Sanggrahan Batu, Pijiombo Wonosari Gunung Kawi, Jabung, Pakis, Tumpang, Senggreng, Kedungmonggo Pakisaji, dan beberapa daerah yang perlu digali keberadaan budaya tersebut.

Tentang asal-usul Tari Topeng Klasik masih belum jelas dan pasti, tentunya kita mengacu kepada dua kerajaan yang besar dan megah. Adapun kerajaan besar adalah kerajaan Majapahit, sedangkan kerajaan megah adalah kerajaan Medang I Bhumi Mataram, yang mangalami tiga dekade, yaitu Mataram Kuno, Mataram Hindu, dan Mataram Islam, ungkap Moeljono selaku Lokantara Malang Raya.

Ir. Moeljono Hadi Prasetyo, MM selaku Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA) Malang Raya, berpendapat, “Bahwa telah terjalin pertukaran Ajaran, Falsafah, dan Budaya, antara Jawadwipa (Sundaland) dengan Dinasti Pallawa (India) sudah sejak 500 hingga 1500 sebelum Masehi. Hal ini bisa dipahami, karena bentuk seni tarian dan budaya antara keduanya mempunyai kemiripan, serta dasar yang hampir sama,” jelasnya.

Untuk menjawab pelestarian Tari Topeng Klasik yang berada di daerah Pijiombo, Sri Winarni, S.Pd., MPd. selaku Kepala Sekolah SDN 01 Temas Kota Batu, menyelenggarakan pelatihan Tari Topeng Klasik Pijiombo, karena dasar-dasarnya sama dengan saya waktu itu sempat belajar, yaitu Tari Topeng Patih dari Pakis, ujarnya.

Adapun SDN 01 Temas mempunyai misi ikut serta melestarikan Budaya Nusantara, dan semoga hal ini menjadi unggulan sekolah kami. Karena tidak hanya seni tari saja yang kami ikut serta melestarikan, akan tetapi juga menjaga etika dan sopan santun antara murid dengan guru, seperti ucapan salam, unggah-ungguh, serta sikap, tutur Sri nama panggilan akrabnya.

Sementara itu Ulfa Lisdyana selaku Penggagas Paguyuban Budaya Suryo Alam, dan juga sebagai sponsor Pelatihan Tari Topeng Klasik Pijiombo, mengatakan, “Bahwa kota Batu merupakan tempat istimewa dan mempunyai sejarah yang luar biasa, dan sampai sekarang belum tergali dengan baik, dan di daerah Srebet Sanggrahan Batu, dulu pernah ada Tari Topeng Klasik tapi sudah hilang dan jejaknya sulit ditelusuri, karena asesoris Tari Topeng sudah tidak ada alias pindah tempat dengan tidak diketahui keberadaanya, kata Lisdyana kepada faktaexpose.com.

Untuk itu guna melestarikan Tari Topeng Klasik Pijiombo Gunung Kawi, agar tidak punah, sebagai tempat SDN 01 Temas menyambut baik. Pihak lembaga sekolah juga mempunyai misi yang sama, dan menyiapkan anak didiknya untuk dilatih. Hal ini saya memberikan apresiasi akan hal itu, ungkapnya pula.

Saya berharap dengan melestarikan Budaya Tari Topeng Klasik asal Pijiombo Gunung Kawi ini, bisa memancing untuk menghidupkan Seni Budaya Tradisional dengan menggali Potensi Kearifan Lokal, khususnya di Kota Batu, tutupnya.

Tampak para anak didik dan guru mengikuti latihan Tari Topeng Klasik Pijiombo, yang diajarkan oleh Yateman (Pelatih) dan Nova (Asisten Pelatih), dari dusun Pijiombo, Wonosari, Kabupaten Malang, Selasa pagi (12/4’22)
(John)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Komsos, Mempererat Tali Silaturahmi Dengan ASN dan Lurah

Wed Apr 13 , 2022
Faktaexpose.com , Jakarta Barat – Babinsa Koramil 01/Tamansari Kodim 0503/Jakarta Barat, Serka Mukoddas melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan ASN dan Lurah Krukut Dalam rangka silaturahmi dan mempererat hubungan baik yang selama ini terjalin di wilayah. Komsos di laksanakan didepan Kantor Lurah Krukut Jalan Keutamaan, Rt. 02/01, Kel. Krukut Kec.Tamansari, Jakarta […]