RECO TUWO BELUM MASUK CAGAR BUDAYA

oleh -143 Dilihat

Fakta expose.com Kasembon, MALANGKAB – Reco Tuwo sebutan masyarakat sekitar, adalah peninggalan yang sangat berharga. Namun sampai saat ini pihak pemerintah belum ada perhatian khusus, bahkan belum masuk data sebagai situs ataupun cagar budaya.

Reco Tuwo yang berada diatas bukit yang terletak dusun Sukorejo Desa Pondokagung Kecamatan Kasembon,
Kabupaten Malang – Jawa Timur, belum tersentuh oleh tangan-tangan yang berwenang dalam Cagar Budaya.

Reco Tuwo (Tuwek) menurut masyarakat sekitar adalah merupakan peninggalan daripada jaman Kerajaan Kahuripan, yang rajanya bernama Prabhu Airlangga, pada abad ke-10 Masehi.

Peninggalan Reco Tuwo (Arca Tuwek), melihat posisi letak berada diatas gunung kecil, diyakini sebagai tempat meditasi/pendekatan diri Sang Raja kepada Yang Maha Kuasa.

Menurut Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA) Ir. Moeljono Hadi Prasetyo, MM., Reco Tuwo adalah Arca/Patung Ganesha jenis Saraswati dan Laksmi. Jika ini benar peninggalan Prabhu Airlangga, maka bisa disimpulkan, “Bahwa sebelum Kerajaan Kahuripan dibagi menjadi 2 wilayah kerajaan, melakukan meditasi/pamujaan untuk mohon petunjuk kepada Sang Hyang Widhi, agar kedua anaknya didalam memimpin kerajaannya diberikan Ilmu Pengetahuan dan Kekayaan, sehingga mendapatkan kesejahteraan.

Baca Juga  21 Unit Rumah Terbangun Dari Bedah Rumah PT Medco E & P

Dan selanjutnya Prabhu Airlangga atas saran penasehat Mpu Barada, terpaksa memutuskan kerajaan dibagi dua ada tahun 1045, yaitu bagian barat bernama Kadiri beribu kota di Daha diserahkan kepada Sri Samarawijaya, serta bagian timur bernama Janggala beribu kota di Kahuripan, diserahkan kepada Mapanji Garasakan.

Hal ini bisa dipahami, mengapa Prabhu Airlangga memilih tempat tersebut, karena letak gunung kecil berada di perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri.

Sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai Bangsa Indonesia untuk merawat dan melestarikan Cagar Budaya tersebut. Maka dari itu Lokantara akan bersinergi dengan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, yang diwakili Koordinator BPCB Malang Raya, untuk melakukan asesmen/pendataan keberadaan Reco Tuwo tersebut. (John)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.