Naiknya Level 3 Covid Omicron,SMK Mutiara Bangsa Berlakukan PJJ 50℅ Dengan Prokes Ketat

oleh -2078 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com Jakarta – Sejumlah sekolah di DKI mulai memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seiring semakin meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron

Salah satunya adalah SMK Mutiara Bangsa Yayasan Alhuda Islamic Education Center Metropolitan (AIECM) melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) 50%, setelah pemerintah menaikkan status PPKM Level 3 melalui pembelajaran tatap muka (PTM) 50%, Jum’at, (18/2/2022).

Hal tersebut dituangkan dalam Instruksi Dinas Pendidikan JB 1.

Kepala Sekolah SMK Mutiara Bangsa, Ade Noviawaty, M.Pd dalam keterangannya Kepada Awak Media mengatakan, ya betul, memang disitu boleh dilaksanakan hanya 50%.

“Kami hanya ada paling banyak, kalau dia 32, dia 16 siswa pak per-kelas kapasitasnya, dan yang diberikan oleh dinas hanya 4 jam pelajaran pak. Hanya saja disitu, ketika ada jam praktek pun ya di batasi pak, misalkan Lab 20 jadi 10 anak saja, itu hanya untuk yang kelas 3 saja pak yang memang untuk ujian. Tapi itupun tidak di kelas, karena di kelas sudah disesuaikan jadwalnya,” ungkap Ade Noviawaty, M.Pd kepada wartawan di ruangannya lantai 3.

Baca Juga  Mi Raudhotul ULum Semanan, Lepas Purnasiswa Angkatan ke 33

Sementara itu, untuk sistem pembelajaran melalui learning, jika 16 siswa di sekolah melakukan PTM, maka sistem PJJ bersama-sama memakai platform berbayar sendiri, jadi mempunyai aplikasi first class.

“Jadi, jika memakai platform elemen sendiri, pada saat guru mengajar, dirinya bisa mengecek di laptopnya siswa yang hadir masuk dikelas ada berapa. Jadi mungkin kalaupun memang kami harus menginformasikan ke yayasan untuk menambah platform tetapi fungsi untuk pembelajaran siswa-siswi menjadi lebih baik, dan kami baru menggunakan 1 tahun,” tuturnya.

Dengan demikian, untuk Prokes di sekolah telah menyiapkan cuci tangan atau handsanitizer di depan tiap-tiap kelas.

“Saya yakin, ketika pemerintah membuat suatu keputusan mungkin di kondisikan dengan lingkungan. Semoga kedepan Indonesia bebas dari virus, apapun jenis virusnya baik turunannya. Pemerintah juga bisa mengijinkan kembali untuk beraktifitas sekolah secara 100%, jika sekolah lain diterapkan materinya bisa kalau SMK perlu adanya praktek-praktek, karena yang diutamakan keterampilan bukan hanya pengetahuannya,” harap Kepala Sekolah SMK Mutiara Bangsa .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *