Lesunya Pasar Jambu Merah di Malang

oleh -525 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com MALANGKAB – Jambu Biji atau sering juga disebut jambu batu, jambu sikiz jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brasil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu batu memiliki buah yang berwarna hijau, dan setelah matang berwarna kuning, dengan daging buah berwarna putih atau merah, yang rasanya asam manis.

Buah jambu merah kaya akan kandungan vitamin C, vitamin A, Kalsium, dan Antioksidan. Selain daripada itu, jambu merah juga mengandung nutrisi lain, seperti serat, zat bes, protein, magnesium, serta folak, meskipun dalam jumlah kadar yang tidak begitu banyak.

Manfaat jambu merah untuk kesehatan memang telah dipercaya baik untuk mengatasi berbagai penyakit. Apalagi, jambu merah merupakan salah satu buah yang terpopuler di Indonesia, serta sangat mudah ditemukan.

Seperti bisa mudah ditemukan di dusun Gandul, Desa Kandalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Yang mana budidaya jambu merah sudah berjalan sekitar 10 tahun lebih, dengan jumlah tanaman per petak ada 50 pohon, yang tersebar di daerah dusun Gandul, ungkap Antiningsih salah satu pengepul buah jambu merah.

“Dulu pembelian bibit jambu merah dari seorang pedagang dari Jawa Tengah, dan masyarakat Gandul tertarik dengan menanam rata-rata per orang membeli 50 batang bibit jambu merah, kata Antiningsih.

Baca Juga  Pacitan Adventure Tourism 2022, AKBP Wildan Alberd : Dongkrak Pariwisata

Antiningsih, 56 tahun, warga dusun Gandul RT.003-RW.001 Desa Kendalisodo Kec. Wagir, adalah pengepul jambu merah yang berjalan tidak kurang dari 3 tahun lebih. Sebelum pandemi Covid-19, bisa bekerja sama dengan salah satu pabrik sari buah, yang dikirim ke Singosari. Namun setelah adanya Pandemi Covid-19, saya menjual secara eceran dan saya kirim ke Pasar Mergan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ungkapnya.

Adapun harga eceran jambu merah per kg adalah Rp. 5.000,-, jika diambil oleh pedagang harga per kg nya adalah Rp. 4.000,- , aku Antiningsih.

Hal ini demi mempertahankan jual beli buah jambu merah, karena sudah tertanam sudah puluhan tahun dan keberadaannya sudah dikenal oleh masyarakat malang, jelasnya pula .

Dengan adanya pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, khususnya buah-buahan, selama ini masih murni mandiri, belum ada sentuhan dari pemerintah kabupaten Malang, karena saya belum pernah mendengarnya, tutupnya. (John)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *