Lauw Siegvrieda Anggota DPRD DKI Jakarta : Kebudayaan Betawi Wajib Dijaga Dan di Lestarikan

oleh -400 Dilihat
oleh

faktaexpose.com, JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta komisi A dari fraksi PDI Perjuangan Lauw Siegvrieda kamis (26/5/2022) sore mengadakan Sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2015.

Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2015 itu terkait pelestarian Kebudayaan Betawi.

Bertempat di kantor PDIP Semanan jalan Pintu Air RW 08 Kelurahan Semanan, Kalideres Jakarta Barat Siegvrieda menyampaikan dengan gamblang persoalan Kebudayaaan Betawi.

Menurutnya Perda nomor 4 tahun 2015 dia bahas, karena kebudayaan Betawi sudah mulai hilang, seperti ondel ondel yang telah jadi icon Betawi.

Perda yang dia sosialisasikan terkait jelang HUT Kota Jakarta 22 juni 2022 ke 495 tahun.

” sekarang ini icon Betawi seperti Ondel ondel sudah berjalan sendiri dijadikan kepentingan pribadi, banyak yang ngamen di mana mana” kata Vrieda

Lebih lanjut Siegvrieda jelaskan kepada warga Semanan yang hadir, kemudian Monas itu juga icon Betawi yang bersejarah.

Dan masih banyak yang lainnya, bahkan icon icon tersebut dijadikan baju Batik Betawi, kekayaan Betawi perlu kita jaga dan dilestarikan, meski kita awalnya dari kota lain, namun saat berdomisili di Betawi itu jadi tanggung jawab kita semua untuk melestarikan semua wajib menjaga Kebudayaan Betawi.

Baca Juga  Akibat Gempa Cianjur 20 Orang Meninggal Dunia Ratusan Luka Luka

Masih di beberkan Vrieda, untuk itu saya juga mewajibkan diperkantoran ke pemerintaan juga instansi lain untuk mewajibkan adanya simbol Betawi seperti icon Ondel Ondel.

Tidak lepas dari Kebudayaan saja, makanan khas Betawi juga banyak di minati seperti nasi uduk, selendang mayang, kerak telor, bir pletok, semur jengkol, gabus pucung dan masih banyak lagi.

Vrieda sampaikan Budaya Betawi hasil dari adopsi dari berbagai unsur Budaya seperti Melayu, Arab, China dan Portugis.

Ibu Dewan itu juga menghimbau
kepada masyarakat untuk wajib mengurus BPJS, karena BPJS bisa membantu kita sebagai syarat membangun rumah selain untuk kesehatan.

Dia juga menyinggung Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk wajib juga di gunakan, karena apabila 3 – 6 bulan tidak dipergunakan,maka akan terblokir, namun jika terblokir harus lapor ke di Dinsos kemudian segera konfirmasi ke Puskesmas untuk di buka blokirannya.

Vrieda menyarankan juga bila ada warga dipersulit dalam hal pelayanan kesehatan baik di Rumah Sakit dan Puskesmas hubunginya.” tutup dia

(Yons)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *