Kompol Ocha : Mari Kita Berikan Semangat Berjuang Bagi Kaum Wanita Untuk Mendidik anak Anak Yang Lebih Maju

oleh -381 Dilihat
oleh

faktaexpose.com, JAKARTA – Hari Kartini diperingati setiap 21 April.

Kartini merupakan Pahlawan Nasional, sosok seorang wanita Indonesia keturunan darah Jawa.

Perjuangan Kartini ialah untuk kaum wanita Indonesia dari terbelengguan pendidikan disaat masa penjajahan Belanda.

Dengan perjuangan Kartini bangsa kita khususnya Kaum Wanita bisa merubah dari kebodohan hingga wanita Indonesia bisa setara dalam dunia pendidikan.

Kemudian Emansipasi wanita mulai menggema di Indonesia atas jasa Kartini.

Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan buku Kartini yang menjadi sejarah bangsa kita bisa lebih maju dan saat ini kaum wanita Indonesia banyak merasakan dari perjuangan Kartini.

Seperti instansi instansi pemerintah atau lainnya dan saat ini wanita bisa menjadi seorang pemimpin disetiap instansi baik di Kepolisian, TNI, Pemerintahan dan swasta semua berkat perjuangan Kartini.

Kartini lahir di Jepara Jawa Tengah tanggal 21 April 1879, Kartini adalah putri tertua keturunan keluarga ningrat Jawa atau istilahnya keluarga priyayi atau bangsawan dengan nama lengkapnya Raden Ajeng Kartini

Ayahnya merupakan Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Sosriningrat.

Sementara itu Ibu bernama M.A. Ngasirah yaitu putri anak dari seorang guru agama di Teluwakur, Jepara. Tidak hanya pesohor di kala itu, keluarga Kartini dikenal cerdas.

Kemudian setiap tanggal 21 april pemerintah selalu peringati hari Kartini, peringatan tersebut berawal dari adanya Keputusan Presiden RI No. 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964.

Berdasarkan Kepres di masa Presiden Soekarno itĺulah Raden Ajeng (RA) Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Emansiapasi yang telah dirasakan seperti Kapolsek Tambora Kompol Rosana Labobar, dia lulusan Akpol 2007 menurut Ocha panggilan akrabnya, Kartini merupakan pahlawan yang tangguh dalam perjuangan kaum wanita dari dunia pendidikan.” kata Ocha.

Tidak rerlepas dari jabatannya, Ocha tetap menghargai dan menghormati kaum pria disaat bertugas.

” saya berusaha membuat anggota menjadi simpati, menghormati serta mengikuti dan melaksanakan perintah pimpinan bukanlah berdasarkan gender”. ujar Kartini berdarah Ambon.

Dia kembali mengatakan, Hal penugasan saya melainkan dari bagaimana kita mampu mengelola dan mengatur anggota dan manajemen organisasi berjalan lancar, rabu (20/4/2022).

Baca Juga  CATATAN EDITORIAL : Fungsi Energy Tenaga Dalam Untuk Kesehatan

Dan di hari Kartini tahun ini mari kita berikan semangat berjuang bagi kaum wanita untuk mendidik anak kita dalam memberikan pendidikan.

Dengan rasa perhatian kita dan tugas mulya kita sebagai wanita, semuanya sudah meneruskan perjuangan Kartini di era masa sekarang dengan dunia modern dan mudah kita dapati pendidikan untuk anak anak kita. pungkas Ocha.

Lebih lanjut di mengatakan, Seharusnya kita bersyukur dan berterima kasih kepada RA kartini yang sudah memperjuangkan hak kita sebagai perempuan sehingga para perempuan mendapat kesetaraan sebagai mana yang kita rasakan saat ini.

Kemudian Ocha menyinggung mengenai kelangkaan minyak goreng dan mahalnya kebutuhan pangan yang sedang terjadi di Indonesia baginya merupakan tantangan bagi seluruh kalangan masyarakat yang ter khususnya kita kaum hawa yang memenuhi kebutuhan keluarga, namun apakah hal tersebut menjadi penghalang kita sebagai kaum hawa dan perjuangan RA kartini dengan sebatas kelangkaan minyak goreng ? .

Sambung Ocha, seharusnya dari kejadian kelangkaan minya goreng dan kebutuhan pangan lainnya kita sebagai masyarakat Indonesia seharusnya menerina dengan bijak keputusan tersebut karena pemerintah menetapkan kebijakan pasti ada pertimbangannya, seharusnya kita sebagai masyarakat harus mendukung kebijakan pemerintah.”pungkas Ocha.

Ocha pun memotivasi bagi kaum hawa yakni, kepada seluruh wanita yang ada di Indonesia janganlah menjadikan kebutuhan dapur sebagai penghalang kita untuk maju. Karena wanita diciptakan untuk menjadi istimewa.

Hal senada Lucky Suryani seorang wartawati, menurut Lucky Kartini sosok pejuang wanita dalam dunia pendidikan, bahkan berkat perjuangannya, kaum wanita Indonesia tidak ketergantungan dalam mencari pendapatan ekonomi.

Lucky juga meneruskan, namun kita sebagai kaum wanita tetap menghormati kaum laki laki, karena laki laki sebagai pemimpin kita dalam rumah tangga.

Dia juga berharap kepada kaum laki laki untuk menghormati kaum wanita, tidak semena mena memperlakukan wanita, karena wanita saat ini sudah banyak lebih mengerti dalam pendidikan, bahkan sudah banyak jadi pemimpin dan profesi yang lebih tinggi.

(Yons)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *