KOMISI II DPRD SIKAPI RELOKASI PEDAGANG

oleh -349 Dilihat
oleh

FaktaExpose.com MALANGKAB – Kebakaran yang melanda Pasar Bululawang, pada hari Minggu Siang, pada pukul 00.30 wib, tanggal 16/1’22, dan yang adalah terbakar 51 kios, serta berdampak kepada 32 pedagang, adapun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah, menurut Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang. Tentunya harus segera dilakukan relokasi pedagang oleh Pemkab Malang.

Sementara itu Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malang akan segera menyiapkan tempat untuk merelokasi pedagang setelah kejadian kebakaran tersebut.

“Dalam waktu jangka pendek adalah relokasi pedagang agar perputaran perekonomian tetap bisa berjalan. Terkait relokasi ini harus dikomunikasikan dengan baik melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, lokasinya di mana yang dimungkinkan. Seluruh pedagang jangan sampai kehilangan pembelinya,” ujarnya.

Untuk itu guna menyikapi relokasi pedagang, Komisi II DPRD Kabupaten Malang melakukan kunjungan kerja pasca kebakaran di pasar Bululawang beberapa hari yang lalu.

Hadir dalam kunker tersebut yaitu H. Hadi Mustofa, S.Kom., atau akrab dipanggil Gustop, selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, bersama anggota Dewan lainnya, seperti DR. Tantri Bararoh, dan juga Muhammad Ukhrowi, S.Sos., sempat memiliki kesimpulan selaku wakil rakyat bahwa perlu ada langkah cara sinergitas untuk mengantisipasi korban atau pedagang yang mengalami kerugian agar bisa menopang kehidupan dan untuk kebutuhan sehari-hari.

Gustop berkata, “Untuk itu kami mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang segera mencarikan solusi agar para pedagang yang kiosnya terbakar dibuatkan tempat penampungan atau relokasi sementara, supaya mereka bisa kembali beraktifitas ,” katanya, pada hari Rabu (19/1’22), saat dihubungi faktaexpose.

Dirinya berharap, sebelum bulan puasa Ramadhan mendatang para pedagang itu sudah kembali beraktifitas. Dan selanjutnya, dia juga meminta kepada Pemkab Malang agar segera melakukan pendataan. Sehingga dari pendataan itu, nantinya para pedagang yang kiosnya terbakar bisa diberikan tempat penampungan sementara. Selain itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang segera mengambil langkah-langkah, agar para pedagang tersebut bisa beraktifitas kembali, tegas Gustop.

Baca Juga  Tega , Warga RT 04 RW 12 Perum Griya Asri Sukamanah Rajeg Tutup Akses Pintu Masuk Yayasan Jejak Almukmin

Untuk Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, juga segera mengambil langkah untuk melakukan revitalisasi pada bangunan Pasar Bululawang, hal itu jika memang diperlukan. Dan biasanya terjadi kebakaran pada bangunan pasar, meski tidak kesemuanya terbakar tetap harus perlu dilakukan perbaikan secara menyeluruh. “Kami memberikan apresiasi kepada Bupati Malang HM Sanusi yang berencana merevitalisasi Pasar Bululawang yang terbakar dengan mengunakan anggaran gotong royong, salah satunya dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki perusahaan,” lanjutnya.

Gustop mengaku, untuk melakukan revitalisasi Pasar Bululawang dengan menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang memang prosesnya membutuhkan waktu lama. Sehingga untuk mempercepat revitalisi 51 kios yang terbakar, langkah yang yang dilakukan Bupati Malang sudah tepat, yakni menggandeng pihak ketiga dengan menggunakan CSR, yang disebut bupati dana gotong royong, ungkapnya.

“Langkah cepat untuk merevitalisasi puluhan kios di Pasar Bululawang pasca kebakaran itu, memang harus ada alternatif anggaran agar para pedagang bisa kembali beraktifitas. Mengingat kurang beberapa bulan lagi sudah masuk bulan suci Ramadan,” tutupnya.

Di tempat berbeda, menyikapi kunjungan DPRD Kabupaten Malang di pasar tersebut, Ustad Basori selaku Kepala Desa Bululawang yang juga memiliki mayoritas warganya sebagai pedagang sekaligus menjadi korban menyampaikan, bahwa memang selagi menunggu regulasi bantuan pemerintah daerah juga menunggu dilepasnya tali pembatas untuk penanganan forensik dari kepolisian, pedagang yang juga warganya perlu menerima penanganan cepat agar kesejahteraan mereka tidak mengalami penurunan, ungkapnya.

“Saat ini memang kami selaku Kepala Desa intens kepada warga yang jadi korban terkait berupaya dan sinergi kepada pihak-pihak terkait, baik pemerintah daerah dan juga swasta untuk mencarikan solusi agar Desa sendiri juga bisa mengantisipasi gimana keperluan mereka sehari-hari, untuk mempertahankan hidup. Dan nantinya jika regulasi pemerintah sudah ada untuk bantuan mereka atau warga kami yang menjadi pedagang bisa memiliki modal untuk berdagang kembali “, jelasnya, Rabu(19/1’22). (John/Choti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *