Kapasitas Kepemimpinan Ideal, Diskusi Cerdas di Rumah Perubahan

oleh -67 Dilihat

Faktaexpsose.com-Cuaca panas siang itu tidak menghalangi acara diskusi politik, ekonomi hingga dampak sosial. Satrio Center komunitas yang menyelenggarakan bekerjasama dengan Rumah Perubahan milik Rhenald Kasali sekaligus menjadi salah satu nara sumber bersama Budiman Sujatmiko politisi PDI Perjuangan.

Salah Seorang Pendiri dan Penggagas Satrio Center Kelik Wirawan dan beberapa tim pengarah serta sahabat lain nya, mengendarai motor berkonvoi, dari Jakarta menuju Rumah Perubahan, sangat mengapresiasi para panitia atas terselenggaranya event berharga ini dan dihadiri oleh beberapa komunitas yaitu Trisakti Untuk Indonesia (TUI), GKSW, GK Milenial, Perempuan Indonesia Maju (PIM), LPER, dan lain lain dengan semangat.

Acara yang diselingi dengan Talkshow bertajuk ‘Kapasitas Kepemimpinan Ideal, pada intinya bahwa pemimpin yang ideal untuk Indonesia harus menguasai big data. Hal ini ditegaskan Budiman Sudjatmiko bahwa pemilih generasi X yang sudah tua, akan digantikan generasi Y yang menitik beratkan pada kerja unstruktur, tidak monoton dibelakang meja dan akan disusul generasi Z, yang akan bersikap imajinatif.

Sepakat dengan itu Prof. Rhenald Kasali juga mencontohkan generasi sekarang sudah tidak lagi melihat sosok cakepnya pemimpin, karena mereka sudah disibukkan dengan kegiatan freelance tidak diatur atur, tidak terstruktur seperti generasi sebelumnya yang memilih sosok berwibawa, ganteng dan seterusnya.

Baca Juga  Diskusi Publik Relawan Jokowi Membumikan Demokrasi Sehat Agar Negara Menjadi Kuat

Acara Talkshow ini dipandu oleh moderator cantik Tantri Relatami staf pengajar Lemhanas.

Pada diskusi ini Francisca Sestri selaku Sekjen LPER dan rektor UNIPI Tangerang, didampingi Tatang Iman Sadewo yang berprofesi sebagai dosen, mempermasalahkan ketidak strukturnya justru dari Pemerintah, sebut saja RUU Sisdiknas yang tidak mengakomodir kepentingan para pihak Perguruan Tinggi Swasta sehingga ada beberapa pasal dipaksakan menghilangkan tunjangan dosen profesional dan munculnya LAM yang akan mengatur akreditasi prodi dan institusi secara berbayar, negara tidak lagi memfasilitasi akreditasi tersebut, maka kedepan gaya kepemimpinan seperti ini harus diperbaiki di Kementerian mana saja, agar peraturan dibuat untuk kemaslahatan bagi seluruh rakyat.

Penanya lain Bramantyo guru besar Ppm dan anggota GK Jopres, berharap sikap generasi X dan Z bisa disikapi, diantisipasi oleh Relawan maupun Partai dan menghasilkan pemimpin yang bersih, kerja keras untuk kesejahteraan rakyat.

Acara yang uniq ditutup dengan makan bersama belanja di UMKM
Milenial (Sun Day Market) yang ada di Rumah Perubahan, dilanjutkan dengan makan durian. (Sestri/Dea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.