Kades Ngurenrejo Kabupaten Pati Ciptakan Perekonomian Warga Dengan Pekerjakan Sortir Bawang Merah

oleh -259 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com, PATI – Meningkatkan perekomomian rakyat masyarakat Desa Ngurenrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati Jawa Tengah, Kades Ngurenrejo Kasnawi nama panggilan akrabnya Kimbo menciptakan lapangan kerja kepada warganya dengan sortir bawang merah, Selasa (31/10/2023).

Dari pantauan Faktaexpose.com ratusan warga terdiri dari ibu ibu bahkan berumur lansia terlihat sibuk memilah bawang merah yang akan di bawa ke lapak di Jakarta, bahkan lapak di daerah lain.

” Semua bawang merah ini saya datangkan, dan kami beli dari berbagai daerah, meski ada dari desa kami, saat kami beli masih berupa bertangkai harus di potong dan di pilah untuk nantinya kami bawa ke lapak di Kramat Jati Jakarta,” kata Kimbo.

Lebih lanjut, Untuk itu warga, kami pekerjakan memilah bawang dan memotong tangkainya, setiap kilonya upah saya berikan Rp.600,- . Dan warga pada umumnya mendapatkan lebih 1 kwintal perhari. Sedangkan perharinya saya harus kirim ke lapak lapak minimal 7 ton,” jelas Kades Ngurenrejo.

Diketahui Kimbo yang dipercayakan warganya hampir 3 tahun lebih menjadi kepala desa, sebelumnya Dia seorang pemborong bawang merah hasil dari pertanian para petani dari berbagai daerah.

” Saya beli dari daerah Nganjuk, Blora, Brebes, Bojonegoro, Demak, Tuban, Purwodadi, Banyuwangi dan juga dari daerah lainnya,” sebut Kimbo.

Menurutnya kata Dia, dengan pemasokan bawang merah ke lapak lapak sebagai penyangga kebutuhan nasional, dan Kimbo berharap kepada pemerintah selalu berpihak kepada pelaku dan petani, artinya ketika ada untung bisa menyisihkan keuntungan.

Setidaknya dengan seperti ini semua warga bisa kami perdayakan untuk menghasilkan ekonomi, lalu Dia sebutkan secara hitungan dari kost biaya sampai ke pasar sampai nasional sekitar Rp 6000 sampai dengan Rp 7000 itu tenaga saja, sedangkan ini bawang merah kebutuhan nasional, di Jakarta saja 500 ton perhari bahkan hampir 2000 ton kalau dikalikan semua bisa capai Rp 140 milyar perhari.

Baca Juga  Pabrik Plastik di Kamal Kalideres Jakarta Barat Hangus Ludes Terbakar

Dan dia juga harapkan pemerintah untuk tidak mengimport, karena jika adanya import maka pemerintah sama saja memperkejakan negara lain, nah dengan seperti ini kan warga dan petani bisa menghasilkan perekonomian dan bekerja,” papar Kimbo.

Sejak dia jabat kepala desa Ngurenrejo, terlihat kemajuan kemajuan yang ada di desanya, dan program kepada warga dibidang pertanian, infrastruktur jalan desa, irigasi pertanian dan menghimpun dana sosial desa yaitu paguyuban kematian.

” Ya Allhamdulillah saat ini desa Ngurenrejo sudah terlihat bagus jalan desanya, kemudian kami juga sedang upayakan pembangunan irigasi yang perlu ditata kembali atau perbaikan. Kemudian kami sedang membangun dana sosial desa yang di himpun melalui swadaya masyarakat. kemudian nantinya akan disalurkan kepada warga yang harus diberikan terkait kematian, jika warga yang terkena musibah duka kematian kami berikan sebesar dua juta rupiah,” tuturnya.

Dijelaskan Kimbo dana sosial desa atau paguyuban kematian di himpun dari pajak pemasangan wifi dan bangunan.

Sementara Yati warga mengungkapkan, Allhamdulillah sehari saya bisa mendapatkan upah minimal Rp.50.000,- kadang lebih bisa 2 kwintalan dengan upah perkilo Rp.600,-” ujarnya.

Masih dikatakan Yati, Allhamdulillah dari pada nganggur pak, Saya bangga dengan pak Kades bisa memberi kerjaan, ini juga ratusan orang yang ikut milah milah,” tutup Yati.

(Yons)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *