Janji Manis “Jembatan Ambruk Itu Yang Dirasakan Warga Desa Buket Bata

oleh -74 Dilihat

.

Pante Bidari |Faktaexpose.com– Bertahun – tahun sudah
menunggu janji yang tak pasti hingga masyarakat tidak bisa melintas dan melakukan aktifitas akibat jembatan yang dari dulu diharapkan untuk perbaikan ambruk di bawa air sungai
jembatan penyeberangan yang ada di desa Buket Bata, kecamatan pante bidari luput dari perhatian pemerintah, dimana jembatan itu merupakan akses utama untuk di lalui oleh masyarakat.

Janji manis yang tak pernah kesampaian, demikian juga perbaikan jembatan desa tersebut yang diduga sudah banyak memakan korban dari tahun-ketahun gitu gitu aja saat dijumpai awak media.
Jum’at Tgl (30/9/2022)

Sudah puluhan kali kami mencoba untuk memberitahukan kepada pemerintah baik secera menjumpai pihak pemerintah di tingkat kecamatan bahkan di tingkat kabupaten maupun melalui pengajuan proposal musrembang ditingkat kecamatan namun hasilnya nihil, kami hanya di beri harapan dan janji manis oleh oknum pemerintah ucap salah satu masyarakat kepada awak media ini, jembatan tersebut semakin parah dan sangat berbahaya untuk dilewati terutama dimalam hari.

Lebih memprihatinkan lagi, disaat hujan maka sungai dibawah jembatan akan meluap dan terjadi banjir seperti beberapa hari belakang ini. Hingga kondisi jembatan menjadi licin, sangat beresiko untuk dilintasi.

Kami perangkat Desa berserta masyarakat memohon agar pemerintah segera bisa memperbaiki jembatan tersebut, agar tidak semakin banyak memakan korban jiwa, jembatan itu adalah satu-satunya akses terdekat menuju sekolah dan menuju perkebunan warga dalam mencari rezeki, juga jalan untuk menuju ke pasar.” ujar Kades Buket Bata, Zakaria.

Baca Juga  Kisah Miris Gubuk Derita Sang Mantan Pejuang

Abubakar yang akrap disapa (abu) selaku masyarakat setempat juga menyampaikan, pemerintah Aceh Timur, seakan tutup mata, dan tidak punya hati nurani.
sangat kita sayangkan dinegeri yang penuh dengan sumberdaya alam ini, belum lagi anggaran otsus yang sangat besar seakan kami dipedalaman serasa dianak-tirikan, kami tidak pernah meminta lebih kepada pemerintah hanya saja hak-hak dan kewajiban mereka sebagai pemerintah sendiri untuk menjamin keselamatan kami dipedalaman, seperti jembatan yang terletak di desa kami itu sudah sangat membahayakan sekali, bertahun-tahun kami sudah menunggu untuk diperbaiki namun tidak kunjung diperbaiki, seakan-akan pemerintah terkesan tidak punya hati nurani

Ia menambahkan, “Jembatan kita ini udah benar-benar parah, jika tak kunjung diperbaiki maka, saya rasa akan ada korban kembali yang berjatuhan diakibatkan kayu yang lapuk yang mulai berpatahan akibat dimakan usia.” tutupnya dengan nada kesal
ujar Tgk. fadli

Diketahui jembatan ini, panjang 20 meter, dengan kedalaman sungai 6meter, setiap melintasi jembatan merasa was-was dan ketakutan, namun apa daya kami sebagai masyarakat, hanya harapan dan do’a kami semongga pemerintah aceh timur segera melakukan perbaikan, karena sudah menjadi muzarat bagi masyarakat buket bata dan sekitar nya,apalagi ada warga yang nekat melintas walaupun jembatan udah ambuk namu apa hendak dikata tidak ada pilihan lain.dan juga jembata tersebut penghubung dua kecamatan juga di gunakan oleh satri daya cabang abu paya pasi Dayah darul Huda disamapaikan kepada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.