Insan Pers Dalam Bela Negara, Ini Kata Pemred Portalindonews.com

oleh -42 Dilihat

Fakta expose.com Jakarta Barat – Pemimpin Redaksi (Pemred) media Portalindo co.id dan Portalindonews.com, Amran Muktar yang di sapa Daeng memberikan pandangannya terhadap bela negara untuk Insan Pers.

Daeng amran yang juga Kabag Kemintraan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) menjelaskan, Dalam menumbuhkan semangat bela negara, tidak hanya TNI yang wajib berperan dalam menangkal ancaman dan gangguan, tetapi berlaku wajib bagi seluruh elemen masyarakat.

“Seorang penulis atau jurnalis dapat turut serta berperan dalam bela negara, apalagi ancaman nir militer (non militer) semakin meningkat dibanding ancaman militer, peran media massa juga dapat menumbuhkan efek tangkal, apabila ada pihak-pihak yang menggangu keutuhan NKRI.” Kata daeng Amran di ruang kerjanya. Jum’at, 24 Juni 2022

Lanjut daeng, Bela Negara berbeda dengan Militerisme. Bela negara diamanatkan untuk semua elemen masyarakat, sipil ataupun militer. Dalam hal ini media massa bisa ikut berperan tanpa harus angkat senjata, tetapi bersikap mencintai negara dengan memberikan informasi terkait kelemahan lawan yang mau mengganggu negara.

Dirinya mengatakan, bahwa media massa kini berada dalam era industrialisasi. Sebagai industri, tentu saja ada aturan ekonomi yang berlaku, Ia tak ingin jika industri media massa hanya dikuasai oleh segelintir pihak sehingga akhirnya terjadi monopoli.

“Pada umumnya media massa ingin adanya kebebasan berekspresi dalam penulisan berita. Saya berharap media massa menghormati informasi pertahanan yang tidak bisa diakses secara terbuka kepada publik karena akan beresiko tinggi terhadap posisi negara, sesuai UU Kebebasan Informasi Publik, lihat betapa strategisnya pertahanan ini.”Ungkapnya

Ia juga mengatakan, Peran serta setiap warga negara dalam membela negara, dapat diaplikasikan dengan mencintai kebudayaan bangsa sendiri, sebagai contoh dengan mencintai produk lokal dari daerah masing-masing, mencintai para tokoh-tokoh nasional, bangga dengan makanan tradisional/daerah dan bangga pula menjadi diri kita sendiri, itu juga merupakan sikap bela negara.

Daeng amran berencana dalam waktu dekat akan mengundang puluhan pemimpin redaksi media online untuk mengadakan wawasan kebangsaan.

Baca Juga  Bangun Tembok Pagar Dibantaran Kali Apuran Tanpa Izin , Kinerja Bawahan Walikota dipertanyakan Tokoh Masyarakat Jakarta Barat

Tujuan rencana digelarnya kegiatan wawasan kebangsaan bagi insan media, selain menjalin silaturahmi juga sebagai wahana untuk menumbuhkan cinta tanah air, mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Peran Media Massa sangat strategis dalam membangun dan membentuk opini masyarakat. Disinilah peran sentral Media Massa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk dapat menilai suatu kebenaran suatu berita melalui faktualitas dan aktualitas suatu berita yang disajikan.

Sebagian masyarakat masih belum dapat membedakan mana berita yang mengandung kebenaran faktual dan aktual dengan berita penggiringan opini.

Bahkan sebagian yang menyebut dirinya jurnalis sekalipun masih belum dapat membedakan berita faktual dengan berita opini. Hal ini bisa disebabkan karena memang keterbatasan keilmuannya dalam jurnalistik, atau bisa juga memang karena suatu kepentingan tertentu.

Seorang Jurnalis ylatau media massa yang benar-benar memegang teguh kode etik jurnalistik tidak akan dengan mudahnya mengambil suatu berita tanpa memperhatikan kaidah-kaidah jurnalistik yang merupakan roh dalam dunia media massa.

Pentingnya Nara sumber yang berkompeten maupun aktualitas isu yang sedang berkembang di masyarakat merupakan hal mutlak yang harus dijadikan acuan dalam menulis suatu berita/pemberitaan.

Keilmuan yang dimiliki dan didapat dalam jenjang pendidikan formal oleh seorang jurnalis tidak cukup untuk membuat seorang jurnalis andal dan memiliki visi kebangsaan yang militan.

Hal tersebut harus perlu diperkuat dengan bagaimana seorang jurnalis memiliki cara pandang bukan hanya untuk menaikan rating berita dengan menyajikan berita-berita bombastis tanpa memikirkan dampak luas di masyarakat, tetapi yang lebih dari itu adalah, bagaimana berita yang disajikan tidak membuat masyarakat menjadi bingung bahkan justru menimbulkan perpecahan antar anak bangsa.

Disinilah pentingnya wawasan kebangsaan yang harus ditanamkan kepada para jurnalis muda untuk lebih mengerti dan mementingkan kesatuan dan persatuan bangsa ketimbang suatu berita yang bombastis dan hanya viral sesaat saja.
(Wasbang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.