HPSN 2003 Sudin LH Jakarta Barat Ajak 109 RW Kerja Bakti Massal dan Pilah Sampah Dijadikan Tambahan Ekonomi

oleh -189 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com, JAKARTA – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) diperingati setiap tanggal 21 Februari dan sangat penting untuk mewujudkan serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah.

Diketahui HPSN mulai diperingati 21 Februari 2005 hal ini mengenang Peristiwa longsornya gunungan sampah TPA Leuwigajah tersebut menimpa perkampungan warga di Cilimus dan Pojok, Jawa Barat.

Tragedi ledakan TPA Leuwigajah terjadi akibat tingginya curah hujan dan ledakan gas metana dari tumpukan sampah di TPA.

Sebanyak 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari TPA Leuwigajah.

Peristiwa tersebut dijadikan momentum untuk memperingati kepedulian terhadap masalah sampah.

Untuk tahun ini Tema HPSN 2023 yakni Tema Hari Peduli Sampah Nasional 2023 adalah “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”.

Tema HPSN 2023 bertujuan untuk menjawab salah satu permasalahan global perubahan iklim yang telah lama dan menjadi perhatian masyarakat dunia.

Kasudin LH Jakarta Barat Slamet Riyadi melalui Kasie Penanganan Kebersihan dan Limbah B 3 Enriko Mei Erikson, Untuk Hari Peduli Sampah Nasional 2023 tahun ini, pemerintah adminiatrasi Jakarta Barat sebelumnya telah melakukan kerja bakti massal bersama 109 RW yang ada di 8 kecamatan.

Baca Juga  Menteri KLHK Resmikan SPKLU Untuk Mengurangi Emisi C02

Kemudian kami melakukan pemilihan sampah sampah yang bisa membantu ekonomi, yaitu limbah plastik bisa daur ulang, dan sampah yang bisa dijadikan kompos,” Enriko.

Lanjut Enriko, Saat ini pemprov DKI telah merubah sampah dijadikan bahan bakar alternatif yang telah bekerja sama dengan pabrik semen dan saat ini sudah berjalan di TPA Bantar Gebang.

“Di Bantar Gebang sudah ada mesinnya, untuk mendaur ulang kantong plastik untuk bahan bakar di pabrik semen. Nanti di wilayah Kembangan juga ada pengolahan nya,” tuturnya

Terkait penggunaan kantong plastik yang masih digunakan di pasar tradisional, pihaknya sudah sering mengedukasi ke pasar – pasar juga masyarakat agar tidak menggunakan lagi kantor plastik.

“Kami sudah sering mengedukasi ke supermarket dan para pedagang pasar, agar tidak lagi menggunakan kantong plastik dan berharap masyarakat kalau mau ke pasar agar membawa sendiri dari rumah. Ini bertujuan agar mengurangi limbah plastik,” tutupnya.

(Yons)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *