Hasil Uji Labfor Polri 12 Korban Dukun Pengganda Uang Dalam Tubuhnya Mengandung Sianida

oleh -209 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com, BANJARNEGARA – Sebayak 12 Korban pembunuhan oleh tersangka Mbah Slamet dukun modus pengganda uang di temukan dalam tubuh korban mengandung sianida hasil uji laboratorium.

Hal itu juga diperkuat dengan ditemukannya 2 butir serbuk apotas yang mengandung potasium sianida, dan tablet klonidin atau obat antihipertensi yang punya efek kantuk,” kata Kabid Labfor Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Slamet Iswanto

Dijelaskan Kabid Labfor Polda Jateng, sianida punya efek yang cepat dan mampu merusak sel-sel di dalam tubuh dalam rentang waktu sekitar 1 hingga 5 menit. Jika ditelan dalam jumlah yang cukup banyak, orang bisa meninggal dalam 5 menit.

“Sianida adalah senyawa beracun dapat menyebabkan kematian pada sel-sel tubuh ketika tertelan. Sedangkan, klonidin adalah obat antihipertensi golongan penghambat reseptor alfa agonis kerja sentral.

Dua belas korban itu positif mengandung sianida. Jadi bisa diambil kesimpulan korban meninggal karena sianida,” tegas Kabid Labfor Polda Jateng, dikutip Jumat, 7 April 2023.

Dalam praktiknya lanjutnya, kedua pelaku menggunakan dua zat tersebut sebagai syarat dalam ritual penggandaan uang. Pelaku diminta korban untuk menelan dua zat tersebut.

Baca Juga  Menjaga Kelestarian Alam dan Lingkungan Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya Tanam 100 Pohon Mangrove di Wilayah Muara Angke

“Penggunaan dua jenis pil itu merupakan modus dari pelaku,” terang Kombes Pol Slamet Iswanto.

Terkait upaya scientific crime investigation yang dilakukan Polda Jateng, Kombes Pol Slamet Iswanto mengatakan, pihaknya mulai melakukan identifikasi jenazah tersebut di Polres Banjarnegara pada Selasa 4 April 2023, dan hingga kini proses masih terus berlangsung.

Diketahui yang diberitakan, kasus menggegerkan terjadi di Banjarnegara Jawa Tengah. Polres setempat mengungkap dugaan kasus pembunuhan berantai. Adalah Tohari alias Mbah Slamet yang kini diamankan polisi terkait penipuan bermodus penggandaan uang. Dalam aksinya, ia tega menghabisi korbannya.

Dari pengakuanya tersebut kemudian polisi melakukan penggalian sebuah ladang dan ditemukan 12 mayat yang dikubur di lokasi tersebut. Beberapa mayat sudah dalam kondisi tulang belulang.

Tohari mengaku melakukan perbuatan tersebut karena jengkel ditagih para korban, terkait modusnya sebagai dukun penggandaan uang.

Dari data kepolisian, hingga kini ada 12 mayat yang sudah ditemukan dari penggalian di ladang jalan setapak yang dipakai pelaku untuk mengubur para korbannya.

(Fex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *