Faktaexpose.com, JAKARTA – Gudang penyimpanan material kapal seluas 15 m x 20 mdi Jalan Galangan Kapal Mandala Bahari Muara Angke, Jakarta Utara ludes terbakar, peristiwa kebakaran itu sekitar pukul 10.15 WIB, Senin malam (05/10/2026).
Api begitu cepat membesar karena lokasi yang terbakar tempat penyimpanan sejumlah material mudah terbakar, seperti kayu, fiber, dan mesin-mesin kapal.
Dari peristiwa ini sebanyak 17 unit armada pemadam kebakaran dengan 85 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api agar kebakar tersebut tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Dede Budi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 22.15 WIB. Petugas dari unit terdekat kemudian langsung bergerak menuju lokasi.
“Kita menerima berita dari masyarakat itu sekitar pukul 22.15 menit. Dan unit kami yang terdekat dari Muara Angke itu sudah merapat, api langsung besar,” ujar Dede saat dikonfirmasi media, Senin (5/10/2026).
Menurut Dede, berdasarkan informasi awal dari warga, api diduga berasal dari sebuah rumah sebelum kemudian merambat ke area pergudangan penyimpanan kayu milik bernama Ateng.
“Awal kejadian kebakaran menurut informasi warga itu dari rumah menyambar ke pergudangan milik Bapak Ateng. Yang isi pergudangan itu adalah kayu dan di sebelah kanannya itu fiber,” katanya.

Material kayu berukuran besar yang tersimpan di lokasi membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Terlebih, area yang terbakar berada tepat di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
“Kesulitan kita adalah di sini di atasnya ada tegangan tinggi atau SUTET. Jadi kami pada saat pemadaman hati-hati,” kata Dede.
Petugas kemudian berupaya melokalisasi api agar tidak menjalar ke bangunan lain. Di tengah proses pemadaman, sejumlah pekerja juga berusaha menyelamatkan barang-barang dari bangunan kantor yang berada di belakang gudang.
Para pekerja bahkan memecahkan kaca jendela untuk masuk ke dalam kantor dan mengevakuasi sejumlah dokumen. Beberapa pekerja lainnya juga memindahkan kendaraan roda dua ke lokasi yang lebih aman.
Dede mengatakan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 15 meter x 20 meter. Namun, jumlah bangunan yang terdampak masih dalam pendataan petugas.
“Jadi untuk bangunan yang terdampak kebakaran masih kita data dengan luas yang terbakar 15 kali 20 meter kurang lebih,” ujarnya.
Dede menjelaskan, objek utama yang terbakar merupakan gudang penyimpanan kayu yang digunakan untuk kebutuhan pembuatan kapal. Di sekitar gudang tersebut juga terdapat material fiber serta mesin-mesin kapal.
“Di sini terdapat gudang kayu, ya kayu-kayu untuk pembuatan kapal kayaknya di sini. Ini kayunya itu besar-besar,” katanya.
Setelah berjibaku dengan kobaran api, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran. Sebanyak 17 armada yang dikerahkan berasal dari wilayah Penjaringan dan Pademangan, dengan total 85 personel.
“Untuk armada sekitar 17 unit. Semua jumlah personelnya 85 orang. Ini yang diluncurkan dari Penjaringan dan dari Pademangan,” tutur Dede.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan. Pihak Sudin Gulkarmat Jakarta Utara masih melakukan pendataan terkait objek yang terdampak, sedangkan penyelidikan penyebab kebakaran ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
(Yons)
















