Diyah Pekerja Migran di Duga Korban TPPO Asal Subang Ngadukan Nasibnya ke Hawari Caleg DPRD Dapil IV Minta Bantuan Nasibnya di Pulangkan

oleh -200 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com, SUBANG – Diyah Sevia. S (22), Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita asal Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Selasa (25/7/2023).

PMI yang saat ini berada di Sarikah Hemah Al Mawarid Jeddah di jalan Al Bawadi Saudi Arabia. Mengadukan nasibnya kepada H.Hawari Rinaldy., S.T selaku calon leglislatif Dapil 4 Kabupaten Subang melalui pesan whatsapp.

H.Hawari Rinaldy., S.T melalui pesan telepon celuler memaparkan. “Benar, saya dapat aduan dari Diyah melalui via watshapp. Saya juga sudah bertemu dengan suami Diyah,” ujar Hawari.

Diceritakan Diyah kepada Hawari melalui pesan whatsapp, bahwa Diyah diperlakukan kerja tidak sesuai harapan yang dijanjikan, Diyah bekerja selalu dikomplain, bahkan selama dia bekerja biaya sendiri.

“Aku ngga kuat kerja dikomplein truus kerja makan beli sendri minum beli sendri kerumah sakit pun pake uang sendri ngga ada asuransi dari Sarikah,” ini pesan whatsapp saudari Diyah yang di sampaikan ke saya,” pungkas Hawari.

Untuk diketahui Sarikah merupakan tempat penampungan Diyah bekerja di Arab Saudi.

Diyah yang bekerja di Arab Saudi ternyata di penampungan di kurung di mess, selama bekerja dengan mengikuti aturan yang ada. Diyah juga kembali berikan pesannya ke Hawari untuk bisa dibantu kepulangannya.

” Ga tau pak ga ngerti aku dari sarikah soalnya kalo kerja pagi 4 jam dikeluarin untuk kerja, kalo pulang ke mes dikurung trus. sore kerja lagi dikluarin lagi, pulang jam 10 kadang kalo job nya jauh pulang jam setengah 11″ pesan whatsapp yang di tulis Diyah ke Hawari.

Hawari pun menjelaskan Diyah telah ditipu dari seseorang yang mengaku dari KJRI.

Dan ini pesan whatsapp saudari Diyah ke saya,” Katanya ada tiket gratis dari jokowi, akhir bulan kemaren aku ditipu sama yang ngakuĀ² pihak dari KJRI sama KBRI sudah transfer uang 2600 real malah diblok nomernya makanya takut aku ditipu lagi pak,” ucap Hawari.

Baca Juga  Polri Peduli, Polsek Pademangan Berikan Bantuan Pada Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Keinginan Diyah ingin minta bantuan dipulangkan saja yang disampaikan Diyah ke Hawari, diceritkan Diyah, bahwa temannya dari Cianjur bisa pulang saat melaporkan ke pihak Polda Jawa Barat.

“Tapi orag Cianjur laporan ke Kapolda, gak bisa pulang terus langsung diajuin kemaren, sekarang mau pulang dianterin ke Jeddah pak” kata Diyah ke pada Hawari.

Disampaikan Hawari kondisi Diyah saat ini juga sakit sakitan, bahkan kata Diyah kepada Hawari badannya lemas dan sudah tidak kuat bekerja, untuk berobat saja pihak penyalur yang dia bekerja tidak memberikan pinjaman uang.

“Iya pak masalah nya lemes banget badan ngga kuat ini juga kerja terus mau berobat juga kan harus ada uang sendiri kantor gak mau minjemin,” keluh Diyah pada pesan whatsappnya.

Dirinya kembali paparkan,” Saya akan mengawal dan membantu permasalahan masyarakat, apalagi ini terkait TPPO, padahal sudah jelas dalam Pasal 81 Jo Pasal 69 UU RI No.18 Tahun 201, tentang Perlindungan PMI dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Lanjut Hawari,” Apalagi Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Menkopolhukam Mahfud MD sudah pernah membahas tentang TPPO bahwa usut tuntas semua pemeroses penyalur tenaga kerja indonesia,” tegasnya.

Masih kata Hawari,” Saya sudah mengantongi data siapa penyalurnya atau sponsornya yang berinisial W dan saya sudah mengetahui siapa pemerosesnya dan PT yang memberangkatkan, saya akan melaporkan hal ini kepada penegak hukum, khususnya wilayah Jawa Barat dan akan melanjutkan kepada BP2MI Jabar, bahkan jika perlu akan saya laporkan ke Kementrian.

Pasalnya PT. Yang memberangkatkan saudari Diyah itu diduga sebagai PT gelap, masa PT penyalur tenaga kerja bertuliskan Klinik? Apa jangan-jangan memang benar dugaan saya,”ungkap Hawari.

(Wies/Yons)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *