Diduga Banyak ABG Keluar Masuk Diskotik 168 Penjaga Loket Arahkan ke Oknum TNI Yang Diduga Menjadi Keamanan

oleh -537 Dilihat
oleh

faktaexpose.com JAKARTA – Terkait adanya Informasi anak anak dibawah umur atau anak baru gede (ABG) yang datang silih-berganti ke diskotik 168 Duta Harapan Indah (DHI) untuk habiskan malam, menjadi perhatian khusus, bagi pemerhati anak dari warga sipil Witra SIP, Minggu (16/10/2022)

Tempat hiburan malam yang berada di kawasan Duta Harapan Indah (DHI) diduga menjadi tempat hiburan malam yang tidak mensortir dalam pengawasan pengunjung apakah dia anak dibawah umur atau bukan..?

Bukan hanya menyediakan musik DJ saja Diskotik 168 DHI juga menyediakan minuman beralkohol mulai dari Bir Hingga minuman yang beralkohol tinggi.

Terlihat saat wartawan melakukan investigasi dilokasi hiburan malam tersebut bagi para pengunjung saat masuk hanya membeli karcis beberapa puluh ribu saja tanpa diperiksa saat memasuki lokasi tersebut,apakah memiliki Identitas kartu tanda penduduk (KTP) atau tidak serta pemeriksaan secara fisikal juga tidak.

Menurut penjaga loket masuk diskotik 168 itu mengatakan bahwa management, tidak ada dilokasi termasuk manager 168 saat dikonfirmasi,

” Manager gak ada Bang siapapun yang yang ingin dikomunikasikan terkait aktivitas kegiatan ini tidak ada Bang paling yang ada hanya itu para penjaga keamanan dari anggota TNI Itu ada lagi duduk di depan parkiran motor silakan Abang ke situ saja,” Ucap penjaga loket pintu masuk diskotik 168

” Disini gak ada itu anak anak dibawah umur yang datang hiburan, Abang dari mana ..? Kalau ada bawa kesini orangnya yang mana …? ,” Ucap oknum TNI tersebut yang menggunakan baju berkerah bertuliskan Garnisun.

Kalau abang abang mau konfirmasi silakan ke Pospol sebelah sana atau ke Polsek Penjaringan saja yang jelas tidak ada disini ya pengunjung anak anak dibawah umur,” tambah kawan oknum TNI tersebut yang lebih dari Satu orang berkerumun saat dikonfirmasi wartawan Mitrapol

Disisi Lain menurut pengamat Sosial serta pemerhati lingkungan Sosial Wietra SIP menjelaskan banyak aspek yang harus dilakukan peninjauan dari pihak Instansi pemerintah daerah khusus Walikota Jakarta Utara, kemudian unsur TNI dan Polri dalam menyikapi hal tersebut.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangga Besar Polsek Metro Tamansari, Aiptu Sumarno, Bekerja sama Dengan Tiga pilar, Melakukan Evakuasi Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Yang Tengah Mengamuk

“Pertama pihak instansi pemerintah dari tingkat DKI Jakarta hingga Administrasi Jakarta Utara. yang bergerak di bidang Pariwisata hiburan malam tersebut wajib melakukan pemeriksaan mulai dari legalitas perusahaan tempat hiburan malam, Sejauh mana legalitas yang dimiliki apakah ada ijin edaran minol didalam diskotik 168 Tersebut,kemudia aturan usia pengunjung minimal berapa dan M

maksimal berapa..?

Kemudian dari unsur TNI yang bertugas dalam melakukan pemeriksaan Terhadap oknum anggota yang dimana keberadaan dan kepentingan oknum dilokasi Tersebut sebagai apa..?

Juga lakukan peninjauan serta pemeriksaan apakah oknum anggota TNI yang ada di tempat Hiburan Malam itu memiliki tugas untuk menjaga keamanan diketahui oleh atasannya atau tidak itu juga hal yang penting untuk didalam

Di aturan TNI itu jelas dalam Undang Undang bagi para prajurit TNI aktif tidak diperkenankan untuk menjalankan aktivitas bisnis dan tidak boleh menjadi pengusaha.

Larangan ini dilatarbelakangi oleh peran dan fungsi TNI sebagai alat negara. Jika prajurit TNI melakukan aktivitas bisnis dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik kepentingan yang berdampak pada profesionalitas prajurit TNI.

“Pelarangan bisnis bagi prajurit dalam UU No. 34 Th. 2004 sendiri merupakan salah satu upaya dari reformasi sektor keamanan (RSK), yang bertujuan untuk menciptakan prajurit TNI yang profesional, dan akuntabel,adalah dilarang terlibat dalam aktivitas bisnis.

Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Larangan bagi prajurit TNI untuk beraktivitas bisnis diatur dalam pasal 39 ayat (3).

Kemudian dari pihak kepolisian juga wajib melakukan pemeriksaan juga terhadap apa yang disampaikan oleh oknum anggota TNI Itu saat dikonfirmasi wartawan mengarahkan ke Pospol Duta Harapan Indah (DHI) Atau Polsek penjaringan Ada Apa..? Kenapa..? Dan bagaimana ko bisa mereka para oknum tersebut mengatakan hal tersebut…?

Hingga berita ini ditayangkan belum ada informasi lebih lanjut dari instansi terkait yang ada di wilayah tersebut.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *