Dampak Kemarau Panjang Harga Sayur Mayur Alami Lonjakan, Cabai di Pasar Jalur Pejagalan Jakut Capai 40 Hingga 100%

oleh -154 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com, JAKARTA – Harga sejumlah komoditas sayuran di willayah Jakarta kembali mengalami kenaikan pada hari Sabtu Kenaikan harga sayuran ini mendapat keluhan dari para pembeli yang merasa terkejut dan bingung dalam mengatur keuangan mereka.

Salah satu kenaikan tertinggi terjadi pada harga cabai rawit merah yang naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 100000 per kilogram.

Di pasar Pejagalan Jakarta Utara sejumlah komoditas sayuran mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga yang signifikan meliputi:

  • Cabai merah keriting naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 100000 per kilogram.

“Karena musim kemarau, harga sayuran naik turun, cepat naik, cepat turunnya, sehingga saya bingung untuk mengatur keuangannya,” ungkap Tono kepada Faktaexpose .com

Selain karena musim kemarau, “Sekarang yang naik harganya adalah cabai keriting merah, yang tadinya saya jual Rp 40.000 kini menjadi Rp 100.000 per kilogram. Untuk yang lain masih dalam kisaran naik 50 persen Sementara harga cabai jablay (cabai rawit merah) yang tadinya Rp 40000 kini naik menjadi Rp 100000 per kilogram,” ujar Tono, seorang pedagang sayuran.

Baca Juga  JTR Gelar Raker ke 5 Sekaligus Pelantikan Pengurus,Ayu Kartini Terpilih Kembali Sebagai Ketua Umum

Meskipun terjadi kenaikan harga pada jenis sayuran hijau, seperti buncis, emes (oyong), dan kacang panjang kenaikannya tidak begitu signifikan. Sementara itu, harga komoditas lain, seperti bawang merah dan bawang putih juga ikut naik.

Dari sayuran yang mengalami kenaikan, namun ketimun dan tomat mengalami penurunan, harga tomat yang semula Rp.12.000,-turun menjadi Rp.5000,- sedangkan harga ketimun dari Rp.12.000 sama halnya harga tomat Rp.5000,-.

Diceritakan Rudi Hartono atau Tono faktor kenaikan harga sayur mayur serta cabai dikarenakan kemarau panjang, meski kemarin turun hujan dibeberapa daerah, para petani sedang mulai tandur, kemungkinan kaget dari cuaca panas menjadi basah terguyur air hujan,” ujar Tono Raja Sayur

(Witra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *