Cegah Krisis Moral Pada Generasi, 3 Tokoh Jakut Berharap Pendidikan PMP Diadakan Kembali

oleh -262 Dilihat
oleh

Faktaexpose.com, JAKARTA – Untuk mengembalikan moral dan etika kepada generasi muda dengan budaya ketimuran dan merubah etika generasi penerus yang tergerus pada zaman ini tentunya harus dikembalikan lagi pendidikan moral (PMP) yaitu melalui kampung Pancasila, hal ini disampaikan Husin Munir ketua Umum Budaya Pesisir Jakarta Utara.

Husin juga berharap penataran P4 kembali lagi di jalani untuk mengamalkan Pancasila yang sebenarnya.

“Saya berharap sebagai senior untuk memberikan generasi muda nantinya diadakan kembali penataran P4 bertujuan untuk mengamalkan Pancasila,” tukas Munir.

Lebih lanjut Husin Munir mengatakan, dengan adanya krisis moral yang terjadi saat ini, pihaknya bersama-sama dengan tokoh masyarakat menggelar diskusi di setiap kelurahan yang ada di Jakarta Utara, yaitu tentang Gerakan Membumikan Pancasila Dari Rakyat

“Kami sudah menggelar diskusi di setiap kelurahan di Jakarta Utara, untuk yang di Kelurahan Penjagalan ini sudah yang ke 23, dari 31 kelurahan,” kata Husin saat dikonfirmasi wartawan di aula Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara,” tutur Munir.

Dengan adanya diskusi yang sering dilakukan, pihaknya bersama-sama KOM-JU ingin mendirikan monumen Pancasila di Jakarta Utara.

“Kenapa kami ingin membuat tugu atau monumen Pancasila di Jakarta Utara, karena kami melihat budaya ketimuran sudah mulai tergerus dengan budaya asing,” ujarnya.

Masih ditempat yang sama Apek Saeman ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Komunitas Jakarta Utara (KOM-JU) menuturkan, krisis moral saat ini sudah sangat luar biasa, bukan hanya terjadi di Jakarta saja, namun di wilayah-wilayah lain juga sudah terjadi, dimana etitut dan etika sudah tidak lagi.

Baca Juga  Putri Chandrawati di Vonis 20 Tahun Penjara

“Mudah-mudahan dengan adanya gerakan ideologi gerakan masyarakat, generasi muda kita mengingat adat budaya ketimuran dan juga mengingat kembali nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

Daenk Jamal yang hadir sebagai nara sumber, Dia mengapresiasi serta mendukung atas acara diskusi yang digelar di Kelurahan Pejagalan.

” Tentunya saya sangat mengapresiasi dan siap mensupport kegiatan diskusi Pancasila ini untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila, karena generasi muda kita butuh bimbingan dan harus tetap mengembalikan marwah nasionalisme anak bangsa.

Jika ini terus dilakukan, maka jiwa nasionalisme akan terus tertanam di anak bangsa,” kata Daenk Jamal ketua Garda Bintang Timur.

Daenk Jamal juga menyampaikan, jika tertanam nilai Pancasila maka generasi muda tidak mudah dipecah belah.

“Saya yakin jika jiwa nasionalisme tertanam pada generasi yang akan datang, secara terus-menerus, maka perpecahan antar anak bangsa akan jauh, karena rasa persatuan itulah yang mempererat rasa persaudaraan kita,” tambahnya.

Ia juga yakin jika KOM-JU dan FBPJ terus mengangkat nilai-nilai Pancasila dan menimbulkan jiwa nasionalisme setiap anak bangsa di seluruh wilayah Jakarta.

“Jika ini terus dilakukan, saya yakin Jakarta Utara akan menjadi yang pertama dan sebagai barometer dalam menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

(Yons)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *