Air Rob Belum Surut, Kali Semongol Akan Dikaji dan Evaluasi Ulang Dalam Program Banjir

oleh -329 Dilihat
oleh

JAKARTA, Fakta expose. .com – Air Rob yang kerap menghantui warga Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat setiap musim hujan tiba ,Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko akan melakukan pengkajian dan evaluasi ulang bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta.
Upaya ini muncul setelah ia melakukan peninjauan di lokasi tingginya air Rob di Tegal Alur pasca Jakarta diguyur hujan lebat beberapa hari ini.
Walikota Administrasi Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko mengatakan, pihaknya setelah 2 hari berturut-turut melakukan peninjauan dilokasi air Rob di Kelurahan tegal Alur, Kecamatan Kalideres pada Rabu, 19 Januari hingga hari ini Kamis 20 Januari 2022, bahwa wilayah tersebut harus dilakukan pengajuan ulang.


“Saya akan konsultasikan ke Dinas Tata Air, agar kali semongol di kaji dan di evaluasi untuk program dalam banjir kedepannya,” kata Yani dalam pesan singkatnya, Kamis (20/1/2022).


Selain itu, Yani mejelaskan, bahwa untuk mangatasi sementara luapan air Rob tersebut, pihaknya memastikan personil dan pompa-pompa air mobile sudah berada pada titik-titik pemukiman yang daerahnya cekungan, dan ketika permukaan air kali surut untuk segera dilakukan penyedotan. Kemudian ia memastikan masyarakat pengungsi dicukupi kebutuhannya termasuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak luapan air Rob.
Selanjutnya, seluruh personil sarpras di standby di titik yang berhimpitan dengan aliran kali semongol.

Baca Juga  Mobdin Plat Merah Jadi Hitam Ormas LAKI Angkat Bicara


“Gulkarmat, BPBD, Sudin SDA, Sudin Kehutanan, Dinsos Tagana, dan Kesehatan harus berkolaborasi dengan RT, RW dan standby dilokasi untuk mangatasi masiah ini,” jelas Yani.


Sementara Kepala Sudin Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Barat Purwanti ketika diminta keterangannya terkait bagaimana mengatasi luapan air Rob tersebut, pihaknya menjelaskan, bahwa pompa digunakan untuk memompa air yang terjebak dikawasan pemukiman sambil menunggu air robnya surut.
“Pompa kami gunakan untuk memompa air yang terjebak dikawasan pemukiman,” ucap Purwanti.(jhonit/wit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *