News  

Sambut Hari Lahir PKB ke 27, DPW DKI Jakarta Santuni Ribuan Yatim

Oplus_131072

Faktaexpose.com, JAKARTA – Menyambut hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang ke 27, anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PKB Tri Waluyo menyantuni ratusan anak yatim di kampung Nelayan Muara Angke, Pluit Penjaringan Jakarta Utara, Selasa (22/7/2025).

Acara yang digelar di atas kapal yang merupakan simbolis masyarakat nelayan umumnya ini dihadiri oleh ratusan anak yatim piatu dari berbagai yayasan dan warga sekitar Muara Angke.

Alasan kegiatan ini digelar di atas kapal nelayan, menyesuaikan dengan latar belakang mayoritas anak-anak yatim yang merupakan putra-putri dari keluarga nelayan di sekitar Muara Angke.

Suasana laut dan kapal yang khas menjadikan acara ini semakin berkesan dan dekat dengan kehidupan warga.

Oplus_131072

 

Sebanyak 380 anak yatim menerima bingkisan dan santunan secara simbolis dari Tri Waluyo, disaksikan para tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta pengasuh Yayasan Yatim dan Tahfizh At-Taufiqul Mubarok.

Dalam sambutannya, Tri Waluyo menekankan pentingnya berbagi dan peduli terhadap anak-anak yatim sebagai bentuk nyata pengamalan ajaran agama.

“Dengan momentum HUT PKB ini, saya sengaja mengadakan acara khusus untuk anak-anak yatim. Siapa lagi yang mau memberi jika bukan kita? Ini adalah kewajiban kita bersama. Membantu anak yatim adalah perintah agama yang harus kita laksanakan,” ungkap Tri Waluyo.

Tri menyebut pemberian santunan yatim di hari lahir PKB di DKI Jakarta berjumlah 2700 yang diberikan, namun kata dia, pemberian di Muara Angke bagian perwakilan setiap anggota Dewan.

 

Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan PKB yang telah memasuki usia ke-27 tahun. Setelah itu, secara bergiliran anak-anak yatim menerima bingkisan dan santunan, disambut dengan wajah-wajah bahagia penuh harapan.

 

Tri Waluyo juga menyampaikan di hari lahir ke PKB ke 27, PKB semakin produktif, dan PKB menjadi solusi bangsa kemudian hari, karena PKB bukan terlahir dari elite politik, bukan juga lahir dari konsorsium elit elit konglomerat, tapi terlahir dari keinginan rakyat dan keinginan ulama,” tegas dia.

(Yons)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *