News  

Ratusan Nelayan Muara Angke Sedekah Laut di Acara Nadran

Oplus_131072

Faktaexpose.com, JAKARTA – Masyarakat nelayan Pelabuhan Muara Angke, Pluit Penjaringan Jakarta Utara selasa pagi (22/7) mengadakan pesta laut ( nadran) di dermaga TPI Muara Angke.

Kegiatan berlangsung bertema ” Mari kita lestarikan laut dan budaya nadran untuk generasi mendatang”. Nadran tahun ini dimeriahkan dari atraksi budaya dan masrching band dengan pawai membawa atribut budaya, mulai reog Ponorogo, ondel ondel musik Betawi, Barongsai dan marcing band.

Namun sebelumnya pada malam sebelum berlangsung pentas wayang kulit juga ikut di tampilkan.

Ketua panitia nadran Wanto Hasnim atau dipanggil akrbanya Ahwat mengucapkan terima kasih kepada warga nelayan Muara Angke atas penyelenggaraan nadran 2025.

” Pesta laut ini ( nadran ) merupakan rasa syukur kita kepada Tuhan, untuk itu kita tidak melupakannya syukur yang diberikan,” kata Wanto.

Masih kata dia, Nadran ini sebagai ajang silaturahmi warga Muara Angke untuk bersedekah dari hasil yang mereka dapatkan agar ke depan rezeki semakin banyak,” kata Ketua Panitia Nadran Muara Angke Wanto Hasnim di Jakarta, Selasa, (22/7/2025).

 

Oplus_131072

Diceritakan Wanto Hasnim kegiatan Nadran rutin digelar setiap dua hingga tiga tahun sekali dan harapannya kesejahteraan nelayan semakin meningkat.

Menurut dia kesejahteraan nelayan meningkat jika hasil laut melimpah serta kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah pusat lebih pro dan menguntungkan nelayaan.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat memperhatikan kesehateraan nelayan,” ujarnya.

Sementara ketua RW 21 Muara Angke, kegiatan Nadran merupakan kegiatan budaya yang sudah dilakukan secara turun temurun.

“Di masa saya saja sudah lima kali menggelar Nadran ini dan ini merupakan warisan dari nenek moyang,” kata Nunung.

Lebih lanjut, pelaksanaan Nadran di Muara Angke kata Nunung, sama dengan yang di Indramayu atau Nadran yang digelar di Pantai Utara Jawa (Pantura)

Pada hari ini ada satu ekor kerbau, dua ekor kambing serta bahan makanan, bunga dan lainnya yang dibawa menggunakan kapal ke tengah laut.

Lalu setelah di tengah, sesaji itu dilarung atau dibuang ke laut dengan harapan para nelayan akan mendapatkan rezeki yang semakin melimpah.

“Untuk sapi dan kambiumng sudah dipotong dan dibawa ke kapal untuk dilarung,” kata dia.

Menurut dia kegiatan Nadran ini terselenggara berkat swadaya nelayan, pelaku usaha perikanan, tokoh masyarakat yang ada di Muara Angke.

“Kami perkirakan acara ini menghabiskan dana mencapai Rp500 juta,” terang dia.

 

Oplus_131072

 

Kepala Unit Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Muara Angke Mahad, dirinya mengapresiasi dari kegiatan Nadran yang diadakan nelayan Muara Angke.

” Kegiatan ini sudah kesekian kalinya, Dan kami mengapresiasi karena kegiatan ini juga bentuk kelestarian budaya dan melestarikan alam laut,” kata Mahad.

Mahad juga menjelaskan kegiatan Nadran tahun ini, kata dia kegiatan sekaligus merayakan hari ulang tahun Muara Angke ke 48 tahun, yang jatuh kemarin tanggal 7 Juli.

 

(Yons)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *